Pertamax Tembus Rp16 Ribu lebih per Liter, Pengguna Kendaraan Keluhkan Beban Biaya
- calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
- print Cetak

Foto: salah satu SPBU di Tenggarong (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KUKAR, kaltimupdatenews.com-Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax mulai dirasakan masyarakat di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Harga yang kini berada di kisaran Rp16 ribu lebih per liter membuat sebagian pengguna kendaraan harus menyesuaikan kembali anggaran bulanan, bahkan mengurangi frekuensi pengisian tangki penuh.
Bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi, lonjakan harga tersebut berdampak langsung pada biaya operasional kendaraan. Di tengah kebutuhan pokok yang juga terus meningkat, pengeluaran untuk bahan bakar menjadi salah satu pos yang kini mendapat perhatian lebih.
Salah seorang pengguna Pertamax, Maksum Irsyad mengaku harus menghitung ulang biaya transportasi sejak harga BBM mengalami penyesuaian. Menurutnya, kenaikan yang terjadi cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
“Kalau dibandingkan sebelumnya tentu terasa. Sekarang biaya yang harus disiapkan untuk mengisi bahan bakar jadi lebih besar, apalagi kendaraan digunakan setiap hari,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Maksum menuturkan dirinya telah menggunakan Pertamax selama beberapa tahun terakhir karena dinilai memberikan performa yang lebih baik untuk kendaraannya. Selain membuat mesin lebih halus, ia menilai penggunaan BBM dengan oktan lebih tinggi dapat membantu menjaga kondisi kendaraan dalam jangka panjang.
Meski demikian, kenaikan harga membuatnya mulai mempertimbangkan alternatif lain ketika kondisi keuangan tidak memungkinkan.
“Untuk penggunaan rutin saya masih memilih Pertamax karena sudah sesuai dengan kebutuhan kendaraan. Tetapi jika ada kebutuhan mendesak dan harus menghemat pengeluaran, tidak menutup kemungkinan saya menggunakan BBM lain yang lebih terjangkau,” katanya.
Ia menambahkan, biaya pengisian BBM yang sebelumnya berkisar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu untuk mobil kini diperkirakan meningkat hingga mencapai Rp500 ribu, tergantung intensitas penggunaan kendaraan. Sementara untuk sepeda motor, kebutuhan pengisian bahan bakar dapat mencapai Rp40 ribu hingga Rp50 ribu setiap pekan.
Menurut Maksum, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang sehari-hari mengandalkan kendaraan pribadi untuk bekerja maupun menjalankan aktivitas keluarga.
Pantauan di salah satu SPBU di Jalan Robert Wolter Monginsidi, Kelurahan Timbau, Tenggarong, menunjukkan aktivitas pengisian BBM tetap berjalan seperti biasa. Namun, kenaikan harga Pertamax menjadi topik yang cukup banyak diperbincangkan para pengendara yang datang mengisi bahan bakar.
Masyarakat berharap harga BBM dapat lebih stabil ke depan sehingga tidak semakin menambah beban ekonomi rumah tangga. Selain itu, kualitas produk dan ketersediaan pasokan BBM juga diharapkan tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Yang penting harganya tidak terus naik dan pasokan tetap tersedia. Karena kendaraan sudah menjadi kebutuhan utama untuk bekerja dan beraktivitas sehari-hari,” pungkasnya.(*rbn)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar