SPAM Waru Segera Beroperasi, Dorong Layanan Air Bersih PPU Lebih Merata
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
- print Cetak

Foto: Direktur Perumda Air Minum Danum Taka PPU Abdul Rasyid. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PPU, kaltimupdatenews.com-Upaya Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam meningkatkan layanan air bersih kian menunjukkan progres. Salah satunya melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Waru yang kini telah memasuki tahap akhir pengerjaan.
Meski infrastruktur utama telah siap, pengoperasian fasilitas tersebut masih menunggu jadwal peresmian oleh Bupati PPU, Mudyat Noor.
Direktur Perumda Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid, menyebutkan bahwa instalasi SPAM Waru dirancang dengan kapasitas produksi mencapai 40 liter per detik. Kapasitas ini dinilai cukup untuk menjangkau kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah Waru dan sekitarnya.
“Dari sisi teknis sudah tidak ada kendala, hanya tinggal menyesuaikan waktu peresmian saja,” jelasnya, Rabu (6/5/2026).
Ia menambahkan, kehadiran SPAM tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan cakupan layanan air bersih secara signifikan. Saat ini, tingkat pelayanan baru berada di kisaran 42 persen.
Menurutnya, apabila instalasi mulai beroperasi secara optimal, maka seluruh wilayah yang menjadi sasaran layanan berpotensi terpenuhi kebutuhan air bersihnya.
“Kami optimistis, setelah ini berjalan, pelayanan bisa menjangkau seluruh masyarakat,” ujarnya.
Kendati demikian, tantangan masih ditemui pada beberapa wilayah tertentu, khususnya daerah dengan topografi tinggi serta jumlah penduduk yang tersebar. Untuk kondisi tersebut, diperlukan pola penanganan yang berbeda, termasuk melalui pendekatan berbasis masyarakat.
Selain mengandalkan pembangunan infrastruktur pemerintah, Pemkab PPU juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta. Langkah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah dalam memperluas jaringan layanan.
Dalam skema tersebut, pihak swasta akan berperan dalam pembangunan instalasi pengolahan air, sementara pemerintah daerah fokus pada penyediaan jaringan distribusi. Air yang dihasilkan nantinya akan dibeli dalam bentuk curah untuk disalurkan ke pelanggan.
Dukungan dari pemerintah provinsi juga dinilai penting, terutama untuk memperluas jangkauan layanan ke wilayah pesisir dan daerah perbatasan kecamatan.
Ke depan, pemerintah daerah menargetkan cakupan layanan air bersih dapat meningkat hingga 70–80 persen pada tahun 2028, bergantung pada kelancaran pelaksanaan proyek-proyek strategis yang tengah berjalan.
“Harapannya bisa mencapai minimal 80 persen dalam beberapa tahun ke depan, tentu dengan dukungan semua pihak,” pungkasnya.(rbn)
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar