Pemuda Fast 2026 Didorong Jadi Ruang Kreativitas dan Pelestarian Budaya Anak Muda Paser
- calendar_month Senin, 25 Mei 2026
- print Cetak

Foto: Kegiatan Pemuda Fast 2026 yang yang berlangsung di Stadion Sadurengas, Desa Tapis, Kecamatan Tanah Grogot (Jay/kaltimupdatenews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Riuh pertunjukan seni tradisional, kreativitas generasi muda, hingga ramainya kunjungan masyarakat mewarnai gelaran Pemuda Fast 2026 di Stadion Sadurengas, Desa Tapis, Kecamatan Tanah Grogot, selama dua hari pelaksanaan, 23–24 Mei 2026. Agenda perdana yang diselenggarakan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser itu dinilai menjadi ruang ekspresi sekaligus upaya memperkuat pelestarian budaya lokal.
Berbagai penampilan seni dan budaya yang mengangkat kearifan lokal Paser menjadi suguhan utama dalam kegiatan tersebut. Penampilan para peserta tak hanya menghibur pengunjung, tetapi juga memperkenalkan nilai budaya daerah kepada masyarakat, khususnya kalangan muda.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disporapar Kabupaten Paser yang juga Kepala Bidang Kepemudaan, Syarif Rakhmadani, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menjadi indikator bahwa ruang kreatif berbasis budaya mendapat respons positif.
“Respons masyarakat terhadap kegiatan ini sangat baik. Sejak hari pertama hingga penutupan, kawasan kegiatan dipenuhi pengunjung yang datang untuk menikmati pertunjukan sekaligus mendukung kreativitas peserta,” katanya saat ditemui seusai kegiatan, Sabtu, (23/5/2026).
Menurut dia, Pemuda Fast dirancang tidak hanya sebagai agenda hiburan, melainkan wadah yang memberi kesempatan kepada generasi muda untuk menunjukkan kemampuan di bidang seni, budaya, dan kreativitas.
Ia menyebut pemerintah daerah berupaya menghadirkan ruang yang mampu mendorong anak muda tetap produktif serta memiliki kepedulian terhadap identitas budaya daerah.

“Kegiatan ini menjadi salah satu cara membangun kesadaran generasi muda agar tetap dekat dengan budaya lokal, sekaligus memberi ruang untuk berkarya dan menampilkan potensi yang mereka miliki,” ujarnya.
Selain menghadirkan pertunjukan budaya, pelaksanaan Pemuda Fast 2026 juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membuka lapak di sekitar lokasi acara. Kehadiran pelaku usaha lokal tersebut dinilai turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Sebagai agenda pertama, Pemuda Fast diharapkan dapat berkembang menjadi program tahunan dengan cakupan kegiatan yang lebih luas. Pemerintah daerah juga menargetkan semakin banyak potensi budaya dan cagar budaya Paser dapat dikenalkan kepada masyarakat pada penyelenggaraan berikutnya.
Melalui kegiatan itu, pemerintah berharap keterlibatan generasi muda dalam menjaga budaya daerah dapat terus meningkat seiring berkembangnya ruang kreativitas dan ekonomi berbasis budaya di Kabupaten Paser.(Jay)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar