Pedagang di Kukar Diingatkan Tidak Kemas Minyak Goreng Curah dengan Botol Bekas
- calendar_month Senin, 9 Mar 2026
- print Cetak

Foto: Minyak goreng curah yang di kemas menggunakan botol bekas (ilustrasi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KUKAR, Kaltimupdatenews.com-Pedagang di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, diminta tidak lagi mengemas minyak goreng curah menggunakan botol bekas air mineral atau kemasan bekas lainnya. Cara tersebut dinilai berisiko terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Imbauan tersebut disampaikan Badan Pangan Nasional (Bapanas) saat melakukan pemantauan ketersediaan dan distribusi pangan di Pasar Mangkurawang, Tenggarong, Senin (9/3/2026).
Ketua Tim Kerja Stabilitas Pasokan Pangan Bapanas, Yudhi Harsatriadi Sandyatma, menegaskan bahwa pengemasan minyak goreng curah sudah memiliki aturan yang jelas, termasuk terkait jenis kemasan yang boleh digunakan.
“Minyak goreng curah tidak boleh dipindahkan ke dalam botol bekas air mineral atau kemasan sejenis. Aturannya sudah ada dalam regulasi mengenai label dan kemasan pangan,” kata Yudhi.
Ia menjelaskan, setiap kemasan pangan yang beredar di masyarakat harus memiliki registrasi resmi serta memenuhi standar keamanan pangan. Karena itu, penggunaan kemasan bekas yang tidak terdaftar tidak diperbolehkan.
Menurutnya, praktik pengemasan menggunakan botol bekas berpotensi menimbulkan kontaminasi yang dapat menurunkan kualitas minyak goreng.
“Ada kemungkinan minyak yang dimasukkan ke dalam botol bekas tercampur dengan sisa bahan organik atau zat lain yang sebelumnya ada di dalam kemasan tersebut,” ujarnya.
Jika minyak yang telah terkontaminasi tersebut kemudian dijual dan dikonsumsi masyarakat, lanjutnya, hal itu dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
Karena itu, Bapanas meminta pedagang mematuhi ketentuan pengemasan pangan dan tidak menggunakan wadah bekas yang tidak memenuhi standar keamanan.
“Prinsipnya, kami ingin memastikan pangan yang beredar tetap aman dikonsumsi masyarakat,” ujarnya (Rbn)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar