Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam Soroti Overkapasitas Rutan Tanah Grogot, Dorong Solusi Pembinaan Alternatif
- calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
- print Cetak

Foto: Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam saat melakukan kunjungan kerja ke Rutan Kelas II Tanah Grogot (Jay/kaltimupdatenews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam, menyoroti persoalan overkapasitas lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) yang dinilai menjadi tantangan serius dalam pembinaan warga binaan. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Rutan Kelas II Tanah Grogot, Selasa (28/4/2026), dalam rangka pengawasan bidang hukum dan pemerintahan, khususnya sektor pemasyarakatan dan keimigrasian.
Menurut Andi Sofyan, persoalan utama yang ditemui di berbagai lapas hampir seragam, yakni kapasitas hunian yang jauh melebihi batas ideal. Ia menyebutkan tingkat kelebihan penghuni di sejumlah lapas bahkan mencapai lebih dari 600 persen.
“Dengan kondisi seperti itu, pembinaan tentu tidak akan berjalan maksimal. Jika satu petugas harus menangani 130 orang warga binaan, mustahil proses pembinaan bisa dilakukan secara optimal,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah perlu segera mengambil langkah strategis untuk menambah kapasitas lapas dan rutan. Salah satu usulan yang sebelumnya dibahas adalah agar setiap kabupaten dan kota memiliki lapas sendiri guna mengurangi beban hunian di fasilitas pemasyarakatan yang sudah ada.
Selain itu, Andi Sofyan juga mendorong pendekatan berbeda terhadap narapidana kasus narkotika dengan hukuman ringan. Menurutnya, mereka tidak seharusnya langsung ditempatkan di lapas umum, melainkan diarahkan ke lembaga pembinaan berbasis pendidikan keagamaan.

“Kami pernah mendiskusikan konsep pesantren lapas bersama Pak Mahfud MD. Narapidana narkoba dengan hukuman ringan cukup dididik di sana. Jangan sampai mereka masuk ke lapas umum, karena yang tadinya pelanggaran kecil justru bisa naik kelas akibat pergaulan di dalam,” jelasnya.
Ia menilai, konsep pesantren lapas dapat menjadi solusi untuk mencegah terjadinya efek negatif pembinaan di lapas umum, sekaligus memberikan ruang rehabilitasi yang lebih tepat sasaran.
Secara umum, Andi Sofyan mengapresiasi fasilitas di sejumlah lapas yang telah ia kunjungi, termasuk di Samarinda dan Bontang. Menurutnya, sarana dan prasarana sudah cukup memadai, namun persoalan overkapasitas masih menjadi pekerjaan rumah utama.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II Tanah Grogot, Aris Triyanto, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Ketua Komite I DPD RI beserta rombongan.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah pusat terhadap kondisi rutan yang saat ini menghadapi tekanan akibat jumlah penghuni yang melebihi kapasitas.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak dari DPD RI yang berkenan meninjau langsung kondisi Rutan Tanah Grogot. Overkapasitas menjadi persoalan besar bagi kami, sehingga kami berharap kunjungan ini dapat memberikan pencerahan sekaligus dukungan ke depan,” ungkap Aris.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan institusi pemasyarakatan dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif bagi pembinaan warga binaan, sekaligus mengatasi persoalan klasik overkapasitas yang terus berulang di berbagai daerah.(Jay)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar