Korsleting Listrik Picu Kebakaran Klinik di Long Ikis, Kerugian Capai Rp80 Juta
- calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
- print Cetak

Foto: Petugas pemadam kebakaran saat melakukan pemadaman di lokasi kebakaran (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com- Kebakaran melanda sebuah bangunan klinik di wilayah Atang Pait, RT 04, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, pada Kamis (26/3/2026) siang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.35 Wita tersebut menghanguskan sebagian bangunan Klinik Beby Bunda dengan total luas terdampak sekitar 32 meter persegi.
Informasi yang dihimpun, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik di bagian gudang klinik. Api dengan cepat membesar akibat banyaknya tumpukan barang dan buku yang mudah terbakar di lokasi tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Paser, M. Lukman, mengatakan laporan pertama kali diterima petugas dari masyarakat yang datang langsung ke pos pemadam sektor Long Ikis.
“Setelah menerima laporan pukul 11.41 Wita, petugas langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 11.43 Wita dan tiba tiga menit kemudian untuk melakukan pemadaman,” ujar Lukman saat di konfirmasi.
Menurutnya, proses pemadaman cukup terkendala karena konstruksi bangunan permanen yang menyulitkan akses ke titik api. Petugas bahkan harus memecahkan kaca dan membobol bagian bawah pintu untuk mempercepat penanganan.

“Api berhasil dikendalikan dengan metode preventif dan antisipatif, menggunakan sumber air dari PDAM serta dukungan mobil suplai,” jelasnya.
Sebanyak 10 personel gabungan dari Damkar Sektor Long Ikis dan Long Kali dikerahkan dalam operasi tersebut. Selain itu, penanganan juga mendapat dukungan dari Polsek Long Ikis, Koramil 0904-04/Long Ikis, PLN ULP Long Ikis, serta relawan setempat.
Akibat kejadian ini, satu unit gudang dan dua kamar klinik dilaporkan terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun satu petugas mengalami sesak napas saat proses pemadaman.
Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp80 juta. Selain itu, satu rumah di sekitar lokasi turut terdampak, dengan total korban satu kepala keluarga yang terdiri dari empat jiwa, yakni pemilik klinik, Bidan Ratna.
M. Lukman mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak aman.
“Kami mengingatkan masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik, terutama di area yang banyak menyimpan barang mudah terbakar,” pungkasnya.(Jay)
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar