Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » Sinergi Lintas Instansi Ditekankan dalam Rakorda Penanggulangan Bencana Kaltim 2026

Sinergi Lintas Instansi Ditekankan dalam Rakorda Penanggulangan Bencana Kaltim 2026

  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Peningkatan jumlah bencana di Kalimantan Timur mendorong penguatan koordinasi antarinstansi dalam upaya penanggulangan yang lebih terpadu. Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) se-Kalimantan Timur Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Lou Bepekat, Rabu (15/4/2026), dibuka langsung oleh Bupati Paser, Fahmi Fadli. Ia menegaskan bahwa tantangan kebencanaan saat ini menuntut kerja kolektif dan tidak bisa lagi ditangani secara sektoral.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara terpisah. Kita memerlukan kekuatan bersama, koordinasi yang solid, dan langkah yang terintegrasi agar respons di lapangan semakin cepat dan efektif,” kata Fahmi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur, sepanjang 2025 tercatat 845 kejadian bencana. Banjir masih menjadi yang paling dominan, diikuti kebakaran permukiman dan tanah longsor, dengan kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.

Menurut Fahmi, kondisi tersebut masih berlanjut pada tahun ini. Di Kabupaten Paser sendiri, hingga pertengahan April 2026 telah terjadi puluhan peristiwa bencana, termasuk kebakaran rumah yang menyebabkan korban jiwa.

Ia juga mengingatkan adanya potensi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan akibat prediksi musim kemarau panjang.

“Kita harus meningkatkan kesiapan dari hulu ke hilir, mulai dari mitigasi, pencegahan, hingga penanganan darurat agar dampaknya bisa ditekan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Fahmi turut mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung upaya penanggulangan bencana. Di antaranya melalui sistem peringatan dini berbasis digital, penggunaan drone untuk pemantauan wilayah rawan, serta penguatan integrasi data antarinstansi.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menekan risiko bencana, khususnya kebakaran yang sering dipicu oleh instalasi listrik yang tidak aman.

“Peran masyarakat sangat penting. Jika masyarakat memiliki pengetahuan dasar penanganan awal, maka potensi kerugian bisa diminimalisir sejak dini,” katanya.

Rakorda ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, ke-76 Satpol PP, serta ke-64 Satlinmas.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antarinstansi, sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman dan merumuskan strategi penanganan bencana yang sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.(Jay)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less