Mudyat Noor Pimpin AKPSI, Siap Perkuat Sinergi Daerah Penghasil Sawit
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

Foto : Mudyat saat menerima panji organisasi saat pelantikan (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Kepemimpinan Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) resmi berganti. Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, dilantik sebagai ketua periode 2025–2030 oleh Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Pelantikan yang dihadiri ratusan kepala daerah tersebut menandai dimulainya agenda baru penguatan peran daerah dalam industri kelapa sawit nasional. Dalam pernyataannya, Mudyat Noor menekankan bahwa AKPSI harus tampil lebih progresif dalam menjawab tantangan sektor perkebunan yang semakin kompleks.
“Kepengurusan ini dituntut tidak hanya solid, tetapi juga adaptif dan inovatif dalam menghadapi dinamika global maupun persoalan di daerah,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan koordinasi antar kabupaten penghasil sawit menjadi kunci untuk memperjuangkan kepentingan daerah sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, sejumlah isu strategis perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari keberlanjutan lingkungan, perubahan iklim, standar pasar internasional, hingga penerapan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).
Selain itu, persoalan konflik manusia dan satwa, lahan gambut, serta kebakaran hutan juga memerlukan penanganan terpadu.
Mudyat juga memastikan dukungan AKPSI terhadap kebijakan pemerintah pusat, termasuk pengembangan biodiesel B50 yang menjadi bagian dari program Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Program B50 diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani dan pelaku usaha sawit,” ujarnya.
Sementara itu, Sudaryono menegaskan bahwa AKPSI memiliki posisi penting dalam menjaga daya saing Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia.
Ia menyebut organisasi tersebut harus mampu menjadi jembatan antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan dan kesejahteraan petani.
“Kolaborasi lintas daerah perlu terus diperkuat agar tata kelola sawit nasional semakin baik dan mampu bersaing di pasar global,” kata Sudaryono.
AKPSI selama ini berperan sebagai forum koordinasi dan advokasi bagi daerah penghasil sawit. Keberadaannya dinilai strategis dalam meningkatkan kontribusi sektor kelapa sawit terhadap pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Dengan kepemimpinan baru, AKPSI diharapkan mampu mempercepat terwujudnya pengelolaan sawit yang berkelanjutan, inklusif, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.(Rbn)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar