Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » Balikpapan » Adu Mulut Berakhir Tikaman, Pembunuhan di Gunung Bugis Terungkap

Adu Mulut Berakhir Tikaman, Pembunuhan di Gunung Bugis Terungkap

  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BALIKPAPAN, kaltimupdatenews.com – Aksi kekerasan yang dipicu dendam lama kembali merenggut nyawa di Kota Balikpapan. Seorang pria tewas setelah ditikam menggunakan senjata tajam di kawasan Gunung Bugis, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat, pada Sabtu (17/1) dini hari. Kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam sejak kejadian.

Korban diketahui bernama Muhammad Hamzah alias Wahyu (38). Sementara pelaku berinisial J alias M (39). Keduanya diketahui saling mengenal dan memiliki riwayat konflik sebelumnya.

Kasus pembunuhan ini berhasil diungkap oleh tim gabungan Polsek Balikpapan Barat bersama Satuan Reserse Kriminal Polresta Balikpapan. Pengungkapan tersebut dipaparkan secara resmi oleh Kasatreskrim Polresta Balikpapan, AKP Zeska Julian Taruna, dalam konferensi pers pada Jumat (30/1/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa bermula saat korban mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 01.30 WITA. Korban datang dibonceng seorang rekannya dengan maksud untuk bertemu dan menyelesaikan persoalan secara baik-baik dengan pelaku.

Namun situasi di lokasi justru berkembang di luar kendali. Sesampainya di tempat kejadian, korban dan pelaku terlibat adu mulut yang berlangsung cukup sengit. Pertengkaran tersebut diduga dipicu emosi lama yang belum terselesaikan.

“Awalnya korban datang dengan niat berdamai. Akan tetapi, terjadi cekcok yang memicu emosi pelaku,” ujar AKP Zeska.

Dalam kondisi emosi memuncak, pelaku kemudian mengejar korban yang berusaha menjauh. Pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis badik dan menikamkan ke arah punggung kiri korban.

Usai kejadian, korban sempat mendapatkan pertolongan dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan. Namun, luka tusuk yang diderita menyebabkan kondisi korban kritis. Beberapa saat kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia.

Hasil visum et repertum menunjukkan luka tusuk menimbulkan dampak fatal. Korban mengalami pendarahan hebat pada rongga dada kiri, terdapat gumpalan darah pada kantung jantung, serta sobekan pada pembuluh darah besar (aorta). Cedera tersebut menyebabkan kematian korban dalam waktu singkat.

“Luka yang dialami korban sangat serius dan mematikan. Penyebab utama kematian adalah sobekan pembuluh darah aorta,” jelas AKP Zeska.

Dari hasil pemeriksaan intensif terhadap pelaku, polisi memastikan motif pembunuhan murni dilatarbelakangi dendam pribadi. Pelaku mengaku menyimpan rasa sakit hati akibat peristiwa penganiayaan yang dialaminya sekitar dua minggu sebelum malam pergantian tahun.

Pelaku merasa perlakuan tersebut belum pernah diselesaikan secara tuntas, sehingga emosi lama kembali muncul saat bertemu korban di lokasi kejadian.

“Kami tegaskan bahwa perkara ini tidak berkaitan dengan peredaran narkotika, tidak ada unsur pesanan, dan bukan konflik antar-kelompok. Ini murni masalah pribadi antara pelaku dan korban,” tegas AKP Zeska.

Setelah kejadian, polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, serta melakukan pengejaran terhadap pelaku. Berkat kerja cepat aparat, pelaku berhasil ditangkap dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa sebilah badik yang digunakan untuk menikam korban, serta sejumlah barang lain yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Saat ini, pelaku telah ditahan di Mapolresta Balikpapan guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyelesaikan persoalan pribadi dengan kekerasan. Setiap konflik, sekecil apa pun, diharapkan dapat diselesaikan melalui jalur hukum atau mediasi guna mencegah terjadinya korban jiwa.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa emosi dan dendam yang dipendam dapat berujung pada tragedi. Kami mengajak masyarakat untuk menahan diri dan mempercayakan penyelesaian masalah kepada aparat berwenang,” pungkas AKP Zeska.(*RBN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibu Rumah Tangga di Tanah Grogot Ditangkap karena Edarkan Sabu

    Ibu Rumah Tangga di Tanah Grogot Ditangkap karena Edarkan Sabu

    • 0Komentar

    TANA PASER, Kaltimupdatenews.com-Seorang ibu rumah tangga berinisial J.A. (42) harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah diduga terlibat peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Penangkapan terhadap pelaku terjadi Selasa (27/1/2026) siang, pukul 12.30 WITA, di kediamannya di Desa Tepian Batang. Kasat Reserse Narkoba Polres Paser, AKP Suradi, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari […]

  • Dukung Pengembangan Tambak, PT Borneo Indah Marjaya dan PT Palma Plantasindo Salurkan Bibit Bandeng di Desa Lori

    Dukung Pengembangan Tambak, PT Borneo Indah Marjaya dan PT Palma Plantasindo Salurkan Bibit Bandeng di Desa Lori

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Upaya memperkuat ekonomi masyarakat pesisir dilakukan PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS) dengan menyalurkan bantuan bibit ikan bandeng beserta pakan kepada Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) Desa Lori, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Kedua perusahaan yang merupakan anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk. tersebut menyasar kelompok […]

  • Gubernur Kaltim Tinggalkan Kantor Tanpa Pernyataan Usai Aksi Massa

    Gubernur Kaltim Tinggalkan Kantor Tanpa Pernyataan Usai Aksi Massa

    • 0Komentar

    KALTIM, kaltimupdatenews.com-Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, meninggalkan Kantor Gubernur tanpa memberikan keterangan kepada awak media usai berlangsungnya aksi demonstrasi di kawasan tersebut, Selasa (21/4/2026) malam. Rudy terlihat keluar dari kantor sekitar pukul 19.15 WITA dengan mengenakan pakaian dinas harian (PDH) berwarna khaki. Ia berjalan tergesa-gesa menuju rumah jabatan yang berada di sisi kompleks kantor gubernur, […]

  • Tingginya Permintaan Paspor, Pemkab Paser Dorong Imigrasi Buka Kantor Permanen di MPP

    Tingginya Permintaan Paspor, Pemkab Paser Dorong Imigrasi Buka Kantor Permanen di MPP

    • 0Komentar

    TANA PASER, Kaltimupdatenews.com-Tingginya kebutuhan masyarakat Kabupaten Paser terhadap layanan pembuatan paspor mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mempercepat rencana pembukaan kantor pelayanan imigrasi permanen di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Paser. Selama ini, pelayanan paspor di daerah tersebut masih dilakukan secara terbatas, yakni hanya satu kali dalam sebulan. Kondisi tersebut kerap dikeluhkan masyarakat karena kuota pelayanan […]

  • Banggar DPRD Paser Mulai Marathon Bahas LKPj 2025

    Banggar DPRD Paser Mulai Marathon Bahas LKPj 2025

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltim update news. Com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser langsung tancap gas usai libur panjang Idulfitri dengan memprioritaskan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Tahun Anggaran 2025. Melalui Badan Anggaran (Banggar), rapat internal digelar sebagai langkah awal percepatan pembahasan. Wakil Ketua I DPRD Paser, Zulkifli, menegaskan bahwa waktu yang terbatas menjadi alasan […]

  • Krisis Air Mengintai, Sotek Jadi Wilayah Paling Rentan di Penajam Paser Utara

    Krisis Air Mengintai, Sotek Jadi Wilayah Paling Rentan di Penajam Paser Utara

    • 0Komentar

    PPU, kaltimupdatenews.com-Penurunan debit air baku dalam beberapa pekan terakhir mulai menimbulkan kekhawatiran akan ketersediaan air bersih di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kondisi ini dipicu oleh faktor cuaca yang tidak menentu serta terbatasnya sumber air di sejumlah wilayah. Dampak paling nyata dirasakan di wilayah Sotek yang hingga kini belum memiliki sumber air baku permanen. Ketergantungan […]

expand_less