Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » Aksi 21 April Menggema, Massa Desak Evaluasi Anggaran hingga Bersih-bersih KKN

Aksi 21 April Menggema, Massa Desak Evaluasi Anggaran hingga Bersih-bersih KKN

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALTIM, kaltimupdatenews.com-Intensitas persiapan aksi unjuk rasa yang akan digelar Selasa (21/4/2026) terus meningkat di Kalimantan Timur. Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim memperkuat konsolidasi di berbagai daerah, sekaligus mematangkan agenda penyampaian aspirasi yang akan difokuskan pada tiga isu strategis.

Di Kota Samarinda, geliat persiapan terlihat jelas melalui berdirinya posko-posko aksi di sejumlah titik vital. Kawasan Jalan M. Yamin, Jalan S. Parman, hingga sekitar Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Jalan Gajah Mada menjadi pusat aktivitas relawan dan simpatisan. Posko tersebut difungsikan sebagai ruang koordinasi, distribusi logistik, serta titik kumpul massa sebelum aksi berlangsung.

Arus dukungan dari masyarakat pun terus mengalir. Bantuan dalam bentuk makanan siap saji, air mineral, hingga kebutuhan konsumsi lainnya berdatangan sejak beberapa hari terakhir. Tidak hanya dari warga Samarinda, kontribusi juga datang dari daerah lain seperti Balikpapan dan Tenggarong, menandakan meluasnya solidaritas lintas wilayah.

Koordinator lapangan aksi, Erly Sopiansyah, menyebut bahwa partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan aksi tersebut.

“Antusiasme warga sangat tinggi. Banyak yang datang langsung ke posko untuk membantu, ada juga yang menyalurkan donasi. Ini menunjukkan bahwa keresahan yang dirasakan bukan hanya milik satu kelompok,” ujarnya.

Selain bantuan langsung, penggalangan dana juga dilakukan secara terbuka melalui sistem pembayaran digital, termasuk QRIS. Transparansi dalam pengelolaan donasi menjadi salah satu prinsip yang dikedepankan panitia. Hingga saat ini, dana yang terkumpul disebut telah mencapai puluhan juta rupiah dan masih terus bertambah.

Aksi yang akan digelar tersebut tidak sekadar menjadi ajang mobilisasi massa, tetapi juga membawa sejumlah tuntutan yang dinilai mencerminkan keresahan publik. Setidaknya terdapat tiga isu utama yang akan disuarakan.

Pertama, massa menyoroti anggaran pengadaan mobil dinas yang mencapai Rp8,5 miliar serta renovasi rumah jabatan senilai Rp25 miliar. Mereka mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan anggaran tersebut agar lebih berpihak pada kepentingan masyarakat.

Kedua, massa mendorong pemerintah provinsi untuk mengambil langkah tegas dalam memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan birokrasi. Isu ini dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

Ketiga, massa meminta DPRD Kalimantan Timur menjalankan fungsi pengawasan secara independen dan profesional. Sorotan khusus diarahkan pada potensi konflik kepentingan, terutama yang berkaitan dengan relasi keluarga dalam struktur kekuasaan.

Sebagai bentuk ekspresi kritik, aksi ini mengusung slogan “Kaltim Darurat, Pemprov Tidak Becus, Rakyat Tidak Terurus.” Tagline tersebut mencerminkan kekecewaan sebagian masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah yang dinilai belum optimal dalam menjawab kebutuhan publik.

Menanggapi rencana aksi tersebut, Wakil DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa lembaganya menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

“Kami memandang aksi ini sebagai bagian dari proses demokrasi. DPRD akan menerima perwakilan massa dan membuka ruang dialog agar aspirasi yang disampaikan bisa dibahas secara konstruktif,” katanya.

Ia menambahkan, DPRD telah menyiapkan mekanisme khusus untuk menerima perwakilan peserta aksi, termasuk pengaturan jadwal audiensi guna memastikan aspirasi dapat ditampung dengan baik tanpa mengganggu aktivitas pelayanan publik.

Di sisi lain, aparat keamanan dan pemerintah daerah juga diharapkan dapat mengawal jalannya aksi secara profesional, sehingga situasi tetap kondusif. Seruan untuk menjaga ketertiban dan menghindari tindakan provokatif terus disampaikan oleh berbagai pihak.

Pengamat menilai, aksi yang akan berlangsung pada 21 April ini berpotensi menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah. Jika dikelola dengan baik, penyampaian aspirasi secara damai dapat membuka ruang dialog yang lebih luas serta mendorong perbaikan kebijakan publik.

Dengan konsolidasi yang semakin solid dan partisipasi masyarakat yang luas, aksi ini diperkirakan akan menjadi salah satu peristiwa penting dalam dinamika sosial-politik di Kalimantan Timur. Harapan utama yang mengemuka adalah terciptanya solusi konkret atas berbagai persoalan yang diangkat, sekaligus memperkuat praktik demokrasi yang sehat dan partisipatif di daerah.(*rbn)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Takjil Satpolairud Polres Paser Diserbu Warga Jelang Berbuka

    Ratusan Takjil Satpolairud Polres Paser Diserbu Warga Jelang Berbuka

    • 0Komentar

    TANA PASER-Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Paser membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat di depan Markas Komando (Mako) Polres Paser, Jalan Jenderal Sudirman, Tanah Grogot, Jumat (6/3/2026) sore. Kegiatan sosial tersebut dilakukan menjelang waktu berbuka puasa dan menyasar para pengguna jalan serta warga yang melintas di kawasan tersebut. Ratusan paket takjil yang telah […]

  • PHK Pekerja Outsourcing di Sektor Migas Kukar Jadi Sorotan DPRD

    PHK Pekerja Outsourcing di Sektor Migas Kukar Jadi Sorotan DPRD

    • 0Komentar

    KUKAR, kaltimupdatenews.com – Dugaan pelanggaran aturan outsourcing di sektor migas Kutai Kartanegara kembali memanas. Puluhan pekerja alih daya dilaporkan terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), meski pekerjaan masih berjalan, memicu Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Kukar dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Senin (2/2/2026). Ketua FSPMI Kukar, Andhityo Khristiyanto, menyebut praktik PHK tersebut kerap […]

  • Polisi Bongkar Penimbunan Ribuan Liter BBM Bersubsidi di Long Ikis, Dua Orang Diamankan

    Polisi Bongkar Penimbunan Ribuan Liter BBM Bersubsidi di Long Ikis, Dua Orang Diamankan

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali terbongkar di wilayah Kabupaten Paser. Aparat Kepolisian Resor (Polres) Paser menggerebek sebuah lokasi yang diduga menjadi gudang penampungan pertalite ilegal di Desa Simpang Pait, Kecamatan Long Ikis. Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga yang mencurigai aktivitas bongkar muat jeriken dalam jumlah besar di lokasi […]

  • Menang Lelang Tapi Tak Bayar, Puluhan Mobil Dinas Paser Kembali Dilepas

    Menang Lelang Tapi Tak Bayar, Puluhan Mobil Dinas Paser Kembali Dilepas

    • 0Komentar

    TANA PASER- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser kembali melelang puluhan kendaraan dinas yang sudah tidak lagi digunakan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penataan serta optimalisasi barang milik daerah (BMD) agar lebih efektif dan bernilai guna. Pelaksanaan lelang dilakukan melalui kerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Balikpapan, yang menangani seluruh tahapan mulai […]

  • Sengketa Batas Desa di PPU Ditarget Rampung 2026

    Sengketa Batas Desa di PPU Ditarget Rampung 2026

    • 0Komentar

    PPU, kaltimupdatenews.com-Upaya penyelesaian persoalan batas desa yang telah berlangsung selama puluhan tahun di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ditargetkan mencapai titik akhir pada 2026. Pemerintah daerah menilai kepastian batas wilayah menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat tata kelola pemerintahan. Hingga saat ini, sebagian besar batas desa di wilayah tersebut sebenarnya sudah disepakati […]

  • Hendra Wahyudi Ikuti Retret Akmil, DPRD Paser Perkuat Kapasitas Kepemimpinan

    Hendra Wahyudi Ikuti Retret Akmil, DPRD Paser Perkuat Kapasitas Kepemimpinan

    • 0Komentar

    MAGELANG, kaltimupdatenews.com-Upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan dan sinergi antar lembaga legislatif daerah dilakukan melalui retret nasional yang diikuti ratusan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) se-Indonesia di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, sejak Rabu (15/4/2026). Sebanyak 557 peserta dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka mengikuti rangkaian agenda yang dirancang untuk meningkatkan […]

expand_less