Cegah Serangan Satwa Liar, Satpolairud Polres Paser Edukasi Warga Bantaran Sungai
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- print Cetak

Foto: Personil Satpolairud Polres Paser saat Edukasi Warga Bantaran Sungai (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER-KaltimUpdateNews-Maraknya kasus serangan satwa liar terhadap warga di Kabupaten Paser pada awal 2026 mendorong Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Paser meningkatkan langkah pencegahan. Salah satunya dilakukan melalui pendekatan langsung kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan perairan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Pondong, Kecamatan Kuaro, wilayah yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup sebagai nelayan dan petambak. Lokasi ini dinilai memiliki potensi risiko karena berada di sekitar bantaran sungai dan area tambak.
Kasat Polairud Polres Paser, AKP Andi Farial, mengatakan kunjungan ke desa tersebut bertujuan memberikan edukasi sekaligus imbauan kepada warga agar lebih waspada terhadap ancaman binatang buas, khususnya buaya, yang belakangan dilaporkan beberapa kali menyerang manusia.
“Dalam beberapa waktu terakhir, terjadi insiden warga yang diserang buaya saat beraktivitas di sungai maupun sekitar tambak. Kami hadir untuk mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dan memahami risiko yang ada,” ujarnya, Rabu (21/1).
Ia menjelaskan, sebagian besar korban sebelumnya diserang saat mencari udang di sungai serta ketika melintas di area tambak. Kondisi tersebut dinilai serupa dengan aktivitas keseharian warga Desa Pondong, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.
Satpolairud pun mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas di tepi sungai pada waktu rawan, tidak beraktivitas sendirian, serta segera melapor kepada pihak berwenang apabila melihat kemunculan satwa liar di sekitar pemukiman atau tambak.
Selain memberikan peringatan terkait bahaya binatang buas, AKP Andi Farial juga mengingatkan pentingnya keselamatan dalam aktivitas pelayaran. Menurutnya, kecelakaan di perairan masih berpotensi terjadi apabila aspek keselamatan diabaikan.
“Kami juga menekankan kepada para nelayan agar selalu memperhatikan faktor keselamatan, terutama saat melaut pada malam hari. Kapal harus dilengkapi lampu penanda agar mudah terlihat dan dapat mencegah terjadinya tabrakan atau kecelakaan air,” tambahnya.
Melalui langkah preventif ini, Satpolairud Polres Paser berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan dan kewaspadaan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.(fen)
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar