PT BIM Raih Penghargaan atas Partisipasi Aktif Pembinaan MPA dan Penanggulangan Kebakaran
- calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
- print Cetak

Foto: Bupati Paser dr. Fahmi Fadli saat memberikan penghargaan kepada PT Borneo Indah Marjaya atas Partisipasi Aktif Pembinaan MPA dan Penanggulangan Kebakaran (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Paser terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah menilai keterlibatan aktif perusahaan menjadi salah satu kunci dalam menekan potensi kebakaran, khususnya saat memasuki musim kemarau.
Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pemberian penghargaan kepada PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dalam Rapat Koordinasi Daerah Provinsi Kalimantan Timur bidang pemadam kebakaran dan penyelamatan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Satuan Perlindungan Masyarakat Tahun 2026 di Gedung Pendopo Lou Bapekat, Rabu (15/4).
Bupati Paser, Fahmi Fadli, menegaskan bahwa pengendalian karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja bersama seluruh elemen.
“Pengendalian kebakaran membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Tanpa kolaborasi, upaya pencegahan tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.
Penghargaan diberikan kepada perusahaan yang dinilai konsisten berkontribusi di lapangan, termasuk dalam pembinaan kelompok relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) serta keterlibatan langsung dalam penanganan kebakaran.
Perwakilan manajemen PT BIM-PPS, Joko Widodo, menyampaikan bahwa pendekatan berbasis masyarakat menjadi strategi utama dalam menekan risiko karhutla.
“Deteksi dini melalui keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting. Ketika potensi kebakaran bisa diketahui lebih awal, penanganannya jauh lebih cepat dan efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Sustainability PT BIM-PPS, Anggy Setiawan, menjelaskan bahwa perusahaan terus memperkuat kesiapsiagaan melalui berbagai langkah preventif di lapangan.
“Fokus kami tidak hanya pada penanganan, tetapi juga pencegahan. Pelatihan rutin, patroli terpadu, dan peningkatan kapasitas masyarakat menjadi prioritas, terutama saat periode rawan kebakaran,” jelasnya.
Selain penguatan teknis, pendekatan kolaboratif juga dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat sekitar serta pembentukan dan pembinaan kelompok MPA. Upaya ini mendorong terciptanya sistem pencegahan yang terpadu, partisipatif, dan berkelanjutan.
Di tingkat operasional, PT BIM melakukan pemetaan wilayah rawan kebakaran berdasarkan karakteristik lahan, memperkuat sarana prasarana, serta mengoptimalkan pengelolaan tata air. Sosialisasi pengelolaan lahan tanpa bakar juga terus digencarkan sebagai langkah preventif.
Melalui sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, upaya pengendalian karhutla diharapkan semakin efektif sekaligus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak emisi gas rumah kaca.(Jay)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar