Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » Harga TBS di Kaltim Menguat, Tanaman Usia 10 Tahun Tembus Rp3.252 per Kilogram

Harga TBS di Kaltim Menguat, Tanaman Usia 10 Tahun Tembus Rp3.252 per Kilogram

  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALTIM-Kabar menggembirakan datang dari sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur. Harga Tandan Buah Segar (TBS) kembali mengalami kenaikan seiring tren positif harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, menyampaikan bahwa penguatan harga ini tidak terlepas dari meningkatnya harga Crude Palm Oil (CPO) dunia serta tingginya permintaan ekspor.

“Berdasarkan penetapan terbaru, rata-rata tertimbang harga CPO berada di level Rp14.226,60 per kilogram. Sementara itu, harga inti sawit (kernel) tercatat Rp11.781,78 per kilogram, ” Kata Muzakkir, Rabu (4/3/2026).

Kenaikan tersebut berdampak langsung pada harga TBS di tingkat petani, khususnya yang tergabung dalam pola kemitraan dengan perusahaan pengelola pabrik kelapa sawit.

Untuk tanaman berusia 3 tahun, harga TBS ditetapkan sebesar Rp2.863,67 per kilogram. Usia 4 tahun Rp3.053,00 per kilogram, dan 5 tahun Rp3.072,29 per kilogram.

Harga terus meningkat pada usia tanam berikutnya, yakni 6 tahun Rp3.105,58 per kilogram, 7 tahun Rp3.124,51 per kilogram, serta 8 tahun Rp3.147,84 per kilogram. Pada usia 9 tahun, harga mencapai Rp3.214,81 per kilogram. Adapun tanaman usia 10 tahun ke atas mencatat harga tertinggi, yakni Rp3.252,50 per kilogram.

Muzakkir menjelaskan, daftar harga tersebut menjadi acuan resmi bagi petani plasma di Kalimantan Timur. Ia menegaskan, kemitraan antara kelompok tani dan pabrik minyak sawit (PMS) penting untuk menjamin transparansi penetapan harga sesuai regulasi pemerintah daerah.

Selain menjaga stabilitas harga, pola kerja sama ini juga bertujuan melindungi petani dari potensi praktik permainan harga oleh tengkulak.

“Dengan mekanisme kemitraan yang berjalan baik, petani diharapkan memperoleh kepastian harga dan peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Penguatan harga TBS ini diharapkan mampu menjaga daya beli petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang ditopang sektor perkebunan.(Rbn)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Paser Minta Pemerintah Pusat Akhiri Sengketa Cagar Alam Teluk Adang-Teluk Apar

    DPRD Paser Minta Pemerintah Pusat Akhiri Sengketa Cagar Alam Teluk Adang-Teluk Apar

    • 0Komentar

    TANA PASER, Kaltimupdatenews.con-Upaya penyelesaian konflik status lahan di kawasan Cagar Alam (CA) Teluk Adang-Teluk Apar kembali mendapat perhatian DPRD Kabupaten Paser. Lembaga legislatif itu meminta pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk mengakhiri polemik yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan menimbulkan ketidakpastian hukum bagi masyarakat yang bermukim maupun mengelola lahan di kawasan tersebut. Permintaan […]

  • DPRD Paser Bentuk Tiga Pansus, Fokus Tuntaskan 10 Raperda Tahun 2026

    DPRD Paser Bentuk Tiga Pansus, Fokus Tuntaskan 10 Raperda Tahun 2026

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Paser resmi membentuk tiga Panitia Khusus (Pansus) dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung Baling Seloloi, Sekretariat DPRD Paser, Selasa (3/3/2026). Pembentukan tersebut dilakukan untuk membahas 10 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang masuk agenda legislasi daerah tahun ini. Rapat dipimpin Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi, didampingi Wakil Ketua […]

  • Dua Pencari Udang Diserang Buaya di Sungai Tebru, Alami Luka Gigitan

    Dua Pencari Udang Diserang Buaya di Sungai Tebru, Alami Luka Gigitan

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Niat mencari udang di aliran Sungai Tebru, Desa Tebru Paser Damai, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, berujung petaka bagi seorang bapak dan anak. Keduanya menjadi korban serangan buaya saat menjala udang di kawasan MRRA 1 Blok D45 areal perkebunan PT Pradiksi Gunatama, Kamis (26/6/2026) sekitar pukul 12.30 Wita. Korban, Bejo Priyono (29) dan […]

  • Bolos Sekolah, Sejumlah Pelajar di Tanah Grogot Terjaring Satpol PP Paser

    Bolos Sekolah, Sejumlah Pelajar di Tanah Grogot Terjaring Satpol PP Paser

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Puluhan pelajar di Kecamatan Tanah Grogot terjaring Satpol PP Paser saat kedapatan bolos sekolah. Mereka ditemukan nongkrong di warung kopi saat jam pelajaran masih berlangsung, masih mengenakan seragam sekolah. Kepala Satpol PP Kabupaten Paser, M. Guntur, mengatakan penindakan ini merupakan bagian dari program rutin patroli yang bertujuan menegakkan Peraturan Daerah sekaligus mencegah pelajar […]

  • Satpolairud Polres Paser Gelar Program ASRI di Wisata Kemilau Laut Pondong, Tingkatkan Kepedulian Lingkungan Pesisir

    Satpolairud Polres Paser Gelar Program ASRI di Wisata Kemilau Laut Pondong, Tingkatkan Kepedulian Lingkungan Pesisir

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Paser melaksanakan kegiatan kerja bakti (korve) dan edukasi lingkungan di kawasan wisata Kemilau Laut Pondong, Desa Pondong Baru, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kamis (19/2/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Gerakan Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) Tahun Anggaran 2026 yang dicanangkan untuk meningkatkan kualitas kebersihan […]

  • Muara Wis Dilalap Api: Lima Rumah Hangus, Warga Panik

    Muara Wis Dilalap Api: Lima Rumah Hangus, Warga Panik

    • 0Komentar

    KUKAR, kaltimupdatenews.com-Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman di Desa Muara Wis, RT 01, Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Lima rumah dilaporkan hangus terbakar, sementara dua rumah di sekitarnya turut terdampak. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan sebagian rumah yang terbakar terbuat dari kayu, […]

expand_less