Dari Seleksi 400 Peserta, Galih Resky Kini Kibarkan Merah Putih di Tingkat Provinsi
- calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
- print Cetak

Foto: Galih Resky Siswa SMA Negeri 1 Tanah Grogot, Kabupaten Paser (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTIM, kaltimupdatenews.com-Perjuangan panjang melewati berbagai tahapan seleksi akhirnya mengantarkan Galih Resky Pratama menjadi bagian dari pasukan yang mengemban tugas penting pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Timur.
Siswa SMA Negeri 1 Tanah Grogot, Kabupaten Paser, itu dipercaya menjadi salah satu dari 40 anggota Paskibraka Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang bertugas pada upacara di GOR Kadrie Oening, Samarinda, Senin (17/8).
Bagi Galih, kesempatan tersebut menjadi lebih dari sekadar pengalaman berdiri di barisan Paskibraka. Momen itu menjadi pembuktian atas proses panjang yang telah dilaluinya sekaligus persembahan untuk kedua orang tuanya, Marwan Setiawan dan Andi Antika Suri.
“Sejak awal saya mengikuti Paskibraka karena ingin membuat orang tua bangga. Saya juga ingin menjadikan pengalaman ini sebagai langkah awal untuk mengejar cita-cita menjadi anggota TNI atau Polri,” ujar Galih.

Pemuda kelahiran Sulawesi Selatan, 30 Desember 2009, tersebut sebelumnya sempat masuk dalam jajaran cadangan Paskibraka Tingkat Nasional sebagai perwakilan Kalimantan Timur. Meski belum mendapat posisi utama di tingkat nasional, Galih tetap menunjukkan kesiapan hingga akhirnya menjalankan tugas di tingkat provinsi.
Untuk sampai ke titik tersebut, Galih harus melewati persaingan ketat sejak tingkat kecamatan. Seleksi kemudian berlanjut ke tingkat Kabupaten Paser sebelum dirinya dinyatakan lolos untuk mewakili daerah ke tingkat provinsi.
Dari sekitar 400 peserta yang mengikuti proses seleksi di daerah, Galih berhasil menjadi salah satu yang terpilih. Perjalanannya kemudian berlanjut hingga seleksi tingkat nasional.
“Prosesnya dimulai dari seleksi kecamatan, kemudian kabupaten. Setelah itu saya lolos untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi dan kembali menjalani tahapan seleksi untuk tingkat nasional,” jelasnya.

Pada tahapan nasional, Galih belum mendapatkan posisi utama dan tercatat sebagai cadangan. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya kehilangan semangat. Ia justru menjadikan pengalaman itu sebagai bekal untuk menjalankan tanggung jawab di tingkat provinsi.
“Bagi saya, menjadi cadangan bukan berarti perjuangan berhenti. Saya tetap mempersiapkan diri karena sejak awal tujuan saya adalah memberikan yang terbaik ketika mendapat kesempatan bertugas,” katanya.
Selama mengikuti rangkaian seleksi, Galih mengakui sempat merasa kurang memahami sejumlah tahapan, khususnya psikotes dan tes fisik. Namun, keraguan tersebut perlahan teratasi setelah ia membangun pola latihan dan menjaga kedisiplinan.
“Yang paling membuat saya ragu awalnya adalah psikotes dan tes fisik karena saya belum terlalu memahami prosesnya. Setelah dijalani, saya berusaha tetap fokus, disiplin, dan konsisten dalam latihan,” ungkapnya.
Pengalaman mengikuti seleksi hingga akhirnya bertugas sebagai Paskibraka tingkat provinsi meninggalkan kesan tersendiri bagi Galih. Ia tidak hanya memperoleh pengalaman dalam menjalankan tugas kenegaraan, tetapi juga mendapatkan banyak teman serta pelajaran tentang kedisiplinan dan tanggung jawab.

“Banyak hal yang saya dapat selama menjadi Paskibraka. Pengalaman ini sangat berharga dan akan menjadi kenangan yang saya bawa. Yang paling membahagiakan, saya bisa membuat orang tua merasa bangga,” tuturnya.
Dalam perjalanan seleksinya, Galih juga masih mengingat pesan Sekretaris Daerah Kabupaten Paser Katsul Wijaya saat dirinya mengikuti seleksi tingkat kabupaten.
Menurut Galih, pesan tersebut menjadi salah satu dorongan untuk terus percaya diri ketika harus menghadapi persaingan yang semakin ketat.
“Waktu seleksi kabupaten, Pak Sekda menyampaikan bahwa bisa saja di antara peserta yang ada nantinya muncul calon pemimpin atau wakil daerah di tingkat nasional. Pesan itu cukup memotivasi saya untuk terus berusaha,” kenangnya.
Bagi Galih, kesempatan menjadi Paskibraka merupakan bagian dari proses membentuk karakter dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk mengejar cita-cita sekaligus mengabdikan diri kepada bangsa.
Pengalaman yang diperolehnya juga mendorong Galih memberikan pesan kepada pelajar yang ingin mengikuti jejaknya. Ia meminta calon peserta Paskibraka mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi akademik maupun fisik.
“Jangan menunggu sampai seleksi baru mulai berlatih. Persiapkan fisik dari jauh-jauh hari, tetap serius belajar, dan jangan malu bertanya kepada senior kalau ada yang belum dipahami,” pesannya.
Galih juga berharap peserta pada tahun-tahun mendatang dapat membawa nama Kabupaten Paser lebih jauh lagi, bahkan mampu menembus posisi utama Paskibraka tingkat nasional.
“Kalau saya bisa sampai di tingkat provinsi, saya berharap adik-adik yang melanjutkan nanti bisa melangkah lebih jauh. Jangan takut bermimpi dan terus berusaha sampai bisa membawa nama Paser ke tingkat nasional,” pungkasnya.(ADT/jay)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar