Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » Paser » Petani Sawit Binaan PT Pamapersada Nusantara Distrik Kideco Didorong Kelola Kebun Lebih Presisi

Petani Sawit Binaan PT Pamapersada Nusantara Distrik Kideco Didorong Kelola Kebun Lebih Presisi

  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANA PASER, kaltimupdatenews. com-Mengelola kebun kelapa sawit tidak cukup hanya mengandalkan rutinitas. Kondisi tanaman, cuaca, tanah hingga cara panen perlu diperhatikan secara bersamaan agar potensi produksi dapat dimaksimalkan. Pendekatan inilah yang dikenalkan kepada delapan petani di Sungai Terik melalui Program Pendampingan Manajemen Presisi Perkebunan Kelapa Sawit pada 8 Agustus 2026.

Pendampingan tersebut mengajak petani memahami lima faktor yang saling berkaitan dalam menentukan produktivitas kebun, yakni genetik, iklim, kultur teknis, kondisi lahan, dan manajemen panen.

CSR Section Head PAMA KIDE, Ghani Rasyid Ning, mengatakan pengelolaan kebun yang tepat perlu diawali dengan kemampuan petani membaca kondisi kebunnya sendiri.

“Setiap kebun memiliki kondisi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, keputusan dalam mengelola tanaman perlu disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan, mulai dari bahan tanam, iklim, tanah, pemeliharaan hingga proses panen,” kata Ghani, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, pemahaman terhadap faktor-faktor tersebut dapat membantu petani menentukan tindakan budidaya secara lebih tepat. Dengan begitu, sumber daya yang digunakan dalam pengelolaan kebun diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih optimal.

Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah faktor genetik. Petani diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilih bahan tanam berkualitas karena potensi produksi tanaman sangat dipengaruhi oleh sumber benih dan karakteristik varietas yang digunakan.

Selain genetik, kondisi iklim juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan. Curah hujan, intensitas cahaya matahari dan perubahan lingkungan dapat memengaruhi pertumbuhan serta produksi kelapa sawit. Pemahaman terhadap kondisi tersebut diperlukan agar petani dapat menyesuaikan pengelolaan kebun.

Pada aspek kultur teknis, petani didorong menerapkan pemeliharaan tanaman secara tepat, termasuk pemupukan, pengendalian gulma dan hama serta perawatan kebun secara rutin.

Sementara kondisi lahan menjadi dasar lain dalam menentukan tindakan budidaya. Karakteristik tanah dan ketersediaan air perlu diketahui agar pengelolaan tanaman tidak dilakukan secara seragam tanpa mempertimbangkan kondisi masing-masing kebun.

Manajemen panen juga mendapat perhatian. Petani diarahkan memahami tingkat kematangan buah yang tepat, mengatur rotasi panen, serta memastikan hasil panen ditangani dengan baik. Langkah tersebut penting untuk menjaga kualitas produksi sekaligus mengurangi potensi kehilangan hasil.

Koordinator LPB Pama Daya Taka, Rusdi Asri, menuturkan pendampingan dirancang agar petani mampu menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dengan kondisi kebun mereka sehari-hari.

“Yang kami dorong bukan sekadar petani mengetahui teori, tetapi mampu menggunakannya untuk membaca persoalan di kebunnya. Dari sana, petani bisa menentukan apa yang perlu dilakukan dan apa yang harus diperbaiki,” ujar Rusdi.

Ia menambahkan, pendekatan manajemen presisi memungkinkan petani melakukan pengelolaan berdasarkan kebutuhan tanaman dan kondisi kebun. Dengan cara tersebut, penggunaan tenaga, waktu dan sarana produksi dapat diarahkan secara lebih efektif.

Program pendampingan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan petani, tetapi juga mendorong perubahan dalam praktik pengelolaan kebun. Penerapan budidaya yang lebih tepat secara bertahap diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha perkebunan kelapa sawit masyarakat.(Jay)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Kontrakan di Paser Kerugian Capai 1M, Polisi Dalami Dugaan Kelalaian

    Kebakaran Kontrakan di Paser Kerugian Capai 1M, Polisi Dalami Dugaan Kelalaian

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Kebakaran yang melanda kawasan permukiman di Jalan Modang, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, menghanguskan 29 pintu kontrakan milik Alimuddin, Rabu (21/10/2026) sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp1 miliar. Polisi kini mendalami dugaan kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran sampah plastik di dekat bangunan kontrakan. Kasat Reskrim Polres Paser AKP Yoshimata […]

  • Pendulang Emas Paser Ditemukan Tewas Setelah Dua Hari Hilang di Sungai Kandilo

    Pendulang Emas Paser Ditemukan Tewas Setelah Dua Hari Hilang di Sungai Kandilo

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com – Setelah dua hari hilang, Fitriadi, (34) pendulang emas tradisional di Kabupaten Paser, akhirnya ditemukan meninggal dunia di Sungai Kandilo, Kecamatan Batu Sopang. Korban ditemukan sekitar 500 meter dari titik awal ia terjatuh saat menyeberangi sungai, Rabu (11/2/2026) lalu. Kapolsek Batu Sopang, IPTU Agus Fahrur Rozi, mengatakan Fitriadi sehari-hari mencari emas di […]

  • Mahasiswa KKN 52 Bangun Rumah Digital UMKM Tanah Grogot

    Mahasiswa KKN 52 Bangun Rumah Digital UMKM Tanah Grogot

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Produk lokal tak lagi harus bergantung pada promosi dari mulut ke mulut. Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, pelaku UMKM di Kelurahan Tanah Grogot mulai mendapat ruang baru untuk memperkenalkan usaha mereka melalui KANDILO, sebuah platform digital yang digagas mahasiswa Kelompok Kerja Nyata (KKN) 52. Melalui situs kandilo.id, masyarakat dapat menemukan beragam informasi […]

  • Krisis BBM Subsidi Hentikan Aktivitas Kapal, Puluhan Buruh Pelabuhan Samarinda Terjepit

    Krisis BBM Subsidi Hentikan Aktivitas Kapal, Puluhan Buruh Pelabuhan Samarinda Terjepit

    • 0Komentar

    SAMARINDA, Kaltimupdatenews.com-Krisis pasokan BBM bersubsidi mulai memukul sektor transportasi sungai di Kalimantan Timur. Di Pelabuhan Kunjang, Samarinda, aktivitas kapal nyaris terhenti total sejak akhir pekan lalu. Dampaknya, puluhan buruh pelabuhan kehilangan mata pencaharian dan terancam tidak mampu memenuhi kebutuhan makan keluarga. Ketua Buruh Pelabuhan Kunjang, Muhammad Hatta, mengatakan berhentinya operasional kapal secara langsung memutus sumber […]

  • Aksi 21 April Menggema, Massa Desak Evaluasi Anggaran hingga Bersih-bersih KKN

    Aksi 21 April Menggema, Massa Desak Evaluasi Anggaran hingga Bersih-bersih KKN

    • 0Komentar

    KALTIM, kaltimupdatenews.com-Intensitas persiapan aksi unjuk rasa yang akan digelar Selasa (21/4/2026) terus meningkat di Kalimantan Timur. Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim memperkuat konsolidasi di berbagai daerah, sekaligus mematangkan agenda penyampaian aspirasi yang akan difokuskan pada tiga isu strategis. Di Kota Samarinda, geliat persiapan terlihat jelas melalui berdirinya posko-posko aksi di […]

  • Anggota DPRD Paser Hamsi Tekankan Sinergi Lintas Sektor Jelang Pengamanan Idulfitri 1447 H di Paser

    Anggota DPRD Paser Hamsi Tekankan Sinergi Lintas Sektor Jelang Pengamanan Idulfitri 1447 H di Paser

    • 0Komentar

    TANA PASER-Kesiapan pengamanan dan pelayanan masyarakat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah Tahun 2026 terus dimatangkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Ruang Rupatama lantai 2 Polres Paser, Senin (2/3/2026) Rakor tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Paser, Hamsi, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, serta jajaran perangkat daerah di Kabupaten Paser. […]

expand_less