Ekonomi Paser Beranjak dari Tambang, Sektor Produktif Lain Mulai Menguat
- calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
- print Cetak

Foto: Bupati Paser dr. Fahmi Fadli saat melakukan pertemuan dengan Kepala BPS Kabupaten Paser Bayu Agung Prasetio di Pendopo Lou Bepekat (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Struktur perekonomian Kabupaten Paser mulai menunjukkan pergeseran pada 2025. Dominasi sektor pertambangan yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi daerah kini perlahan menurun, seiring tumbuhnya sektor-sektor lain seperti pertanian, kehutanan, perikanan, serta industri pengolahan, Jumat (6/3/2026)
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser, Bayu Agung Prasetio, mengungkapkan kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Paser tidak lagi sebesar tahun-tahun sebelumnya.
“Jika sebelumnya kontribusi sektor tambang berada di kisaran 60 sampai 70 persen, pada 2025 turun menjadi sekitar 54 persen. Artinya sektor-sektor lain mulai bergerak dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah,” kata Bayu usai bertemu Bupati Paser dr. Fahmi Fadli di Pendopo Lou Bepekat belum lama ini.
Menurut Bayu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan serta industri pengolahan menjadi beberapa sektor yang menunjukkan perkembangan positif. Dalam kurun waktu 2024 hingga 2025, sektor-sektor tersebut mencatatkan pertumbuhan lebih dari 3 persen.
Ia menilai tren tersebut merupakan sinyal baik bagi upaya diversifikasi ekonomi daerah agar tidak bergantung pada sumber daya alam yang bersifat tidak terbarukan.
“Transformasi ekonomi ini penting untuk membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Di tengah dinamika harga komoditas dan berbagai kebijakan efisiensi yang mempengaruhi aktivitas ekonomi, Kabupaten Paser masih mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Pada 2025, laju pertumbuhan ekonomi daerah tercatat mencapai 3,61 persen.
“Capaian ini cukup menggembirakan karena di tengah berbagai tantangan ekonomi, Paser tetap mampu mencatatkan pertumbuhan yang relatif baik,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, BPS juga memaparkan rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan dimulai pada Mei mendatang. Sensus ini akan menyasar seluruh pelaku usaha, termasuk usaha mikro dan rumahan yang selama ini belum sepenuhnya masuk dalam basis data resmi.
Bayu menjelaskan, petugas sensus nantinya akan mendatangi langsung rumah tangga pelaku usaha untuk menggali potensi ekonomi yang mungkin belum terdata, termasuk usaha yang berkembang melalui platform digital.
“Kami juga akan mendata usaha yang berkembang melalui media sosial seperti TikTok, Instagram, maupun platform digital lainnya,” terangnya.
Ia menambahkan, perkembangan ekonomi digital saat ini memungkinkan banyak usaha rumah tangga berkembang pesat meskipun tidak terlihat secara fisik seperti usaha konvensional.
“Banyak pelaku usaha yang bekerja dari rumah, tampil sederhana, tetapi sebenarnya memiliki omzet yang cukup besar dari penjualan online,” katanya.
Karena itu, BPS berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Paser agar pelaksanaan sensus ekonomi dapat berjalan optimal dan menghasilkan data yang akurat.
Sementara itu, Bupati Paser dr. Fahmi Fadli menyatakan pemerintah daerah menyambut baik perkembangan struktur ekonomi yang semakin beragam. Menurutnya, penguatan sektor nonpertambangan memang menjadi salah satu arah pembangunan daerah.
“Pemerintah daerah terus mendorong sektor pertanian, perikanan, kehutanan, dan industri pengolahan agar terus berkembang sehingga ekonomi Paser tidak hanya bergantung pada sektor tambang,” ujar Fahmi.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan BPS dalam menghasilkan data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan.
“Data yang akurat sangat penting agar kebijakan yang kita buat benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.(Jay)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar