Sambut Harlah, Demokrat Paser Gelar Gerakan Langit Biru di Kresik Bura
- calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
- print Cetak

Foto :Pelaksanaan kegiatan gotong royong dalam rangka Penerapan program Gerakan Langit Biru (Jay/kaltimupdatenews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Desa Kresik Bura, Kecamatan Paser Belengkong, saat mengikuti aksi bersih-bersih lingkungan yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Paser melalui Program Gerakan Langit Biru, Jumat (31/7/2026).
Sejak pagi, puluhan warga bersama jajaran pengurus Partai Demokrat membersihkan ruas jalan dan fasilitas umum di lingkungan RT 03. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari aksi serentak yang dilaksanakan Partai Demokrat dalam rangka memperingati Hari Lahir Partai Demokrat sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Paser, H. Abdullah, mengatakan Gerakan Langit Biru tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan antara kader partai dengan masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini kami ingin hadir di tengah masyarakat, bekerja bersama warga, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan. Inilah salah satu cara kami menyambut Hari Lahir Partai Demokrat dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung,” ujarnya.

Menurutnya, Gerakan Langit Biru akan terus dilaksanakan setiap hari Jumat hingga 10 Agustus 2026. Selain gotong royong membersihkan lingkungan, rangkaian kegiatan juga mencakup donor darah dan berbagai aksi sosial lainnya yang melibatkan masyarakat.
“Program ini tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih saja. Kami ingin menghadirkan kegiatan sosial yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Paser, H. Nasir, menilai kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Menurutnya, keberadaan wakil rakyat di tengah masyarakat harus dimanfaatkan untuk mendengar berbagai kebutuhan yang menjadi prioritas warga.
“Selain bergotong royong, kami memanfaatkan kesempatan ini untuk berdialog dengan masyarakat. Berbagai masukan yang disampaikan akan kami tampung sebagai bahan perjuangan di DPRD,” ucapnya.

Ia mengakui keterbatasan anggaran daerah masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan pembangunan. Meski demikian, seluruh aspirasi masyarakat akan tetap diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD sesuai dengan skala prioritas.
“Kondisi keuangan daerah memang sedang tidak mudah, tetapi setiap usulan masyarakat tetap kami catat dan akan kami perjuangkan sesuai kemampuan anggaran yang tersedia,” pungkasnya.(Jay)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar