Polsek Long Ikis Angkat Budaya Paser Lewat Lomba Sumpit Antar Desa
- calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
- print Cetak

Foto: Para peserta dan pemenang Lomba Sumpit Paser Antar Desa di Kecamatan Long Ikis (Jay/kaltimupdatenews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Semangat melestarikan budaya lokal mewarnai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kecamatan Long Ikis. Polsek Long Ikis menggelar Lomba Sumpit Paser Antar Desa yang mempertemukan peserta dari 25 desa dan satu kelurahan dalam sebuah ajang olahraga tradisional yang sarat nilai budaya, di halaman Mapolsek Long Ikis, Sabtu (27/6/2026)
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Long Ikis Iptu Slamet Hafidin, SH, MH, perwakilan Camat Long Ikis, Danramil Long Ikis, Lurah Long Ikis, para kepala desa, unsur perusahaan, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta puluhan peserta dan tamu undangan.
Kapolsek Long Ikis Iptu Slamet Hafidin menegaskan, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama sehingga perlu terus dihidupkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.
“Melalui lomba sumpit ini kami ingin menunjukkan bahwa budaya daerah tidak boleh ditinggalkan. Justru harus terus dikenalkan kepada generasi muda agar menjadi kebanggaan sekaligus identitas masyarakat Paser,” katanya.

Ia menjelaskan, selain menjadi ajang kompetisi, lomba tersebut juga dirancang sebagai sarana mempererat hubungan antardesa dan memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan seluruh desa menjadi bukti besarnya kepedulian masyarakat terhadap pelestarian olahraga tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sehingga olahraga sumpit tetap hidup dan semakin diminati masyarakat. Yang terpenting bukan hanya prestasi, tetapi bagaimana kebersamaan dan sportivitas dapat terus terjaga,” ujarnya.
Antusiasme peserta dan masyarakat yang memadati arena perlombaan menunjukkan olahraga sumpit masih memiliki daya tarik yang kuat di kalangan masyarakat Paser.
“Diharapkan kegiatan tersebut mampu menjadi agenda rutin yang tidak hanya memperkuat kebersamaan, tetapi juga menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah, ” Harapnya.

Rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 di Polsek Long Ikis tidak hanya diisi lomba sumpit. Berbagai kegiatan sosial juga digelar, di antaranya lomba domino, peresmian Rest Area Posma Dipasana, bakti sosial, khitanan massal, donor darah, santunan bagi anak yatim, hingga penyaluran bantuan kepada para janda.
Pada kategori putra, juara pertama diraih M. Redha Ansari dari Desa Pait dengan nilai 440, disusul Sidik Abdul dari Desa Olung dengan nilai 435, dan Aurel dari Desa Olung di posisi ketiga dengan nilai 280.
Untuk kategori putri, Kezia dari Desa Atang Pait keluar sebagai juara pertama dengan nilai 400. Posisi kedua ditempati Fitri dari IPI Desa Lombok dengan nilai 210, sedangkan juara ketiga diraih Fitri Nurjanah dari Desa Long Gelang dengan nilai 195.
Pada kategori kepala desa dan tokoh masyarakat, Kepala Desa Sawit Jaya, Nasrullah, berhasil menjadi juara pertama dengan nilai 400. Juara kedua diraih Kepala Desa Teluk Waru, Said Assegaf, dengan nilai 320, sementara Kepala Desa Bukit Seloka, Sunarto, menempati posisi ketiga dengan nilai 185.
Panitia juga memberikan penghargaan busana terbaik kepada Kepala Desa Long Gelang Try Suyono. Untuk kategori peserta wanita, penghargaan diraih Kezia Zefanya Samara dari Desa Atang Pait, sedangkan kategori pria diberikan kepada Gilang Lexa Marceuno dari Desa Atang Pait. (Jay)
- Penulis: Editor






Saat ini belum ada komentar