Pendayung Paser Buktikan Daya Saing di Kelas Baru SUP Race
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026
- print Cetak

Foto: Atlet PORSI Paser berhasil meraih mendali di Festival Beras Basah di Kota Bontang (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Debut atlet Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Paser di nomor Stand Up Paddle (SUP) Race langsung membuahkan hasil manis. Tampil pada Festival Beras Basah di Kota Bontang, 27–28 Juni 2026, kontingen Bumi Daya Taka sukses membawa pulang satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu meski hanya menurunkan empat atlet.
Medali emas disumbangkan Madinatul Munawwarah pada nomor SUP Race Single Putri. Sementara Muhammad Zulhijjah Rahman meraih medali perak di nomor SUP Race Single Putra. Adapun medali perunggu dipersembahkan tim SUP Race Jumbo yang diperkuat Muhammad Fathan Habiburrahman, Muhammad Zulhijjah Rahman, Abdul Rajab, dan Madinatul Munawwarah.
Sekretaris Umum Pengkab PODSI Paser, Muhammad Hafidz Sahid, mengatakan hasil tersebut menjadi modal berharga bagi timnya untuk mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur VIII pada November mendatang.
“Keikutsertaan kami di festival ini bukan hanya mengejar hasil, tetapi juga untuk mengukur kemampuan atlet karena kelas SUP masih tergolong baru bagi PODSI Paser. Alhamdulillah, atlet mampu menunjukkan perkembangan yang cukup baik,” Kata Hafidz Sahid, Senin (29/6/2026)
Hafidz mengungkapkan, sebenarnya Paser berencana mengirim lebih banyak atlet. Namun, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi membuat hanya empat atlet yang dapat diberangkatkan dengan menggunakan dana mandiri.

Meski demikian, kesempatan mengikuti festival tersebut dimanfaatkan semaksimal mungkin sebagai sarana menambah pengalaman bertanding. Menurutnya, para atlet dan pelatih dapat melihat secara langsung kualitas atlet maupun komunitas SUP dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
“Ajang seperti ini sangat penting karena atlet bisa belajar dari daerah lain. Kami bisa mengetahui apa saja yang masih perlu dibenahi, baik dari sisi teknik maupun kesiapan fisik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, nomor SUP Race merupakan disiplin yang baru mulai dikembangkan di Paser. Saat Babak Kualifikasi (BK) Porprov 2025 di Kutai Kartanegara, keterbatasan peralatan membuat atlet Paser belum mampu bersaing secara maksimal.
“Pengalaman di BK Porprov menjadi pelajaran besar bagi kami. Saat itu peralatan belum memadai sehingga atlet belum bisa tampil optimal. Sekarang perlahan kami mulai mengejar ketertinggalan,” tuturnya.
Prestasi yang diraih para atlet mendapat apresiasi dari Ketua Pengkab PODSI Paser, Ikhwan Antasari. Menurut Hafidz, seluruh atlet diminta mempertahankan semangat latihan dan memanfaatkan sisa waktu persiapan menuju Porprov untuk meningkatkan kemampuan.
“Masih ada sekitar empat bulan menuju Porprov. Fokus kami sekarang meningkatkan teknik, stamina, dan mental bertanding agar atlet lebih siap menghadapi persaingan nanti,” ucapnya.
Hafidz menambahkan, kebutuhan peralatan latihan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dipenuhi. Ia optimistis, jika didukung fasilitas yang memadai dan kesempatan mengikuti lebih banyak kompetisi, atlet dayung Paser mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Kami berharap kebutuhan peralatan bisa menjadi perhatian. Semakin baik fasilitas yang dimiliki, semakin besar peluang atlet Paser meraih prestasi, bukan hanya di tingkat daerah tetapi juga nasional,” harapnya (Jay)
- Penulis: Editor






Saat ini belum ada komentar