Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Utama » Komisi II DPRD Paser Soroti Layanan Kesehatan di Wilayah Perbatasan dan Kekurangan Tenaga Dokter

Komisi II DPRD Paser Soroti Layanan Kesehatan di Wilayah Perbatasan dan Kekurangan Tenaga Dokter

  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANA PASER,kaltimupdatenews.com-Komisi II DPRD Kabupaten Paser menggelar rapat kerja dengan OPD dan dinas teknis mitra kerja, Senin (9/2/2026), di Ruang Rapat Bapekat DPRD Paser. Rapat ini menyoroti evaluasi program kesehatan daerah sekaligus penguatan layanan medis bagi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok dan perbatasan.

Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Paser, Basri Mansyur, didampingi Ketua Komisi I DPRD Paser, Kasri. Anggota Komisi II, Regina dan Nurhayati, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser dan Direktur RS Panglima Sebaya juga hadir.

Dalam kesempatan itu, pihak eksekutif memaparkan perkembangan program layanan kesehatan, pengelolaan rumah sakit, dan pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan.

Basri Mansyur menekankan bahwa rapat kerja ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD, agar program kesehatan daerah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan layanan kesehatan berjalan merata, bukan hanya di pusat kabupaten, tapi juga sampai ke pelosok dan perbatasan,” ujarnya.

Basri menyoroti beberapa masalah yang masih menjadi tantangan, antara lain pemerataan tenaga dokter dan kelengkapan fasilitas di rumah sakit dan puskesmas. “Ketersediaan dokter, terutama dokter spesialis, masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani,” kata Basri.

Salah satu fokus perhatian Komisi II adalah Rumah Sakit Kerang di Kecamatan Batu Engau, yang terletak di perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. RS ini dianggap strategis karena menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan bagi masyarakat perbatasan.

“Kalau fasilitas dan tenaga dokter memadai, masyarakat tidak perlu pergi jauh untuk berobat. Ini penting agar mereka tetap bisa mengandalkan layanan kesehatan di daerah sendiri,” ujar Basri.

Selain itu, Basri menekankan pentingnya digitalisasi layanan kesehatan melalui SIMRS agar pengelolaan rumah sakit lebih efektif dan terintegrasi, serta memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan.

Rapat kerja ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara DPRD, OPD, dan fasilitas kesehatan, sehingga seluruh program kesehatan dapat berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat Kabupaten Paser.(rbn)

  • Penulis: Fendialvaro

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WFH ASN Masih Dikaji, Pemkab Paser Utamakan Kualitas Layanan Publik

    WFH ASN Masih Dikaji, Pemkab Paser Utamakan Kualitas Layanan Publik

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Rencana penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser belum diputuskan. Meski telah ada arahan dari pemerintah pusat, pemkab memilih berhati-hati dengan mengedepankan keberlangsungan pelayanan publik. Sekretaris Daerah (Sekda) Paser, Katsul Wijaya, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin tergesa-gesa dalam mengadopsi […]

  • Hak Angket Dinilai Rumit, DPRD Kaltim Diminta Lebih Responsif

    Hak Angket Dinilai Rumit, DPRD Kaltim Diminta Lebih Responsif

    • 0Komentar

    KALTIM, kaltimupdatenews.com-Wacana penggunaan hak angket mencuat dalam Rapat Paripurna ke-8 DPRD Kalimantan Timur, Senin (4/5/2026), seiring desakan publik pasca aksi massa 21 April. Namun, pimpinan dewan menilai mekanisme tersebut tidak mudah direalisasikan. Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menegaskan bahwa hak angket merupakan instrumen pengawasan yang membutuhkan proses panjang dan berlapis secara hukum maupun administratif. […]

  • Aliansi Ormas Kepung DPRD Kukar, Desak Evaluasi Pimpinan Dewan

    Aliansi Ormas Kepung DPRD Kukar, Desak Evaluasi Pimpinan Dewan

    • 0Komentar

    KUKAR, kaltimupdatenews.com-Gedung DPRD Kutai Kartanegara dipadati ratusan massa dari berbagai organisasi kemasyarakatan yang menggelar aksi unjuk rasa, Senin (4/5). Mereka menyuarakan kritik keras terhadap kepemimpinan lembaga legislatif setempat. Aksi tersebut melibatkan tiga ormas, yakni Remaong Kutai Berjaya, Remaong Kutai Menamang, dan Kayuh Baimbai. Sejak pagi, massa berkumpul di halaman kantor dewan sambil menyampaikan orasi secara […]

  • Koordinasi Antarinstansi Jadi Kendala Perbaikan PJU di PPU

    Koordinasi Antarinstansi Jadi Kendala Perbaikan PJU di PPU

    • 0Komentar

    PPU, kaltimupdatenews.com-Lambatnya perbaikan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, tidak hanya dipengaruhi keterbatasan anggaran, tetapi juga persoalan teknis berupa pembagian kewenangan antarinstansi. Kepala Dinas Perhubungan PPU, Agus Dahlan, mengungkapkan bahwa penanganan PJU tidak berada dalam satu kendali penuh. Setiap jenis dan lokasi jalan memiliki penanggung jawab […]

  • Strategi Zero Risk Polres PPU Jaga Sterilitas Makan Bergizi Gratis

    Strategi Zero Risk Polres PPU Jaga Sterilitas Makan Bergizi Gratis

    • 0Komentar

    PPU, kaltimupdatenews.com – Di balik keceriaan murid-murid di Penajam Paser Utara saat menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), ada sebuah operasi senyap dengan standar keamanan tinggi yang berlangsung setiap pagi di dapur Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) Polres PPU. Bukan sekadar masak-memasak biasa, Polres PPU menerapkan protokol Zero Risk atau nol Risiko untuk memastikan 1.189 porsi […]

  • Setelah Tertunda Berbulan-bulan, Insentif Guru Honorer Kukar Segera Dibayarkan

    Setelah Tertunda Berbulan-bulan, Insentif Guru Honorer Kukar Segera Dibayarkan

    • 0Komentar

    KUKAR, kaltimupdatenews.com-Kabar baik akhirnya datang bagi ribuan guru honorer di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Insentif yang sempat tertunda sejak awal tahun 2026 dipastikan akan segera dicairkan setelah seluruh kendala administrasi dan regulasi berhasil diselesaikan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, memastikan bahwa saat ini proses pencairan tinggal menunggu tahapan akhir koordinasi antarinstansi. Ia […]

expand_less