PT Mandiri Herindo Adiperkasa dan Puskesmas Kuaro Bersinergi Tekan Angka Kesakitan PTM dan Gangguan Kesehatan Jiwa
- calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
- print Cetak

Foto: Penyuluhan kesehatan penyakit tidak menular dan ganguan jiwa di aula puskesmas Kuaro (jay/kaltimupdatenews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com- PT Mandiri Herindo Adiperkasa (MHA) berkolaborasi dengan UPTD Puskesmas Kuaro menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Sehat Bahagia dengan CERDIK”. Kegiatan yang berlangsung di Aula UPTD Puskesmas Kuaro ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) serta pentingnya menjaga kesehatan jiwa.
Program tersebut menjadi salah satu upaya promotif dan preventif untuk menekan angka kesakitan akibat PTM, seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, dan penyakit jantung, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan mental.
Area Koordinator Mandiri Group, Kriel Kala Lembang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama bagi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, PTM dan gangguan kesehatan jiwa menjadi tantangan kesehatan yang memerlukan perhatian serta penanganan bersama.
Melalui program CSR tersebut, PT MHA berkomitmen mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi, deteksi dini, dan pencegahan faktor risiko penyakit.
“Tujuan utama kami adalah menurunkan angka kesakitan, melakukan deteksi dini, serta mengedukasi masyarakat agar mampu mencegah risiko penyakit tidak menular dan gangguan kesehatan jiwa sejak dini,” ujarnya, Rabu (21/10).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut mencakup skrining kesehatan, termasuk pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, promosi pola hidup sehat melalui prinsip CERDIK, serta edukasi dan pendampingan kesehatan jiwa untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mengurangi stigma terhadap gangguan mental.
Kriel juga mengapresiasi dukungan UPTD Puskesmas Kuaro dan para kader kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi antara dunia usaha dan fasilitas pelayanan kesehatan dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Kuaro, dr. Andi Adnan, mengungkapkan bahwa hipertensi dan diabetes melitus masih menjadi tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius di wilayah kerjanya, terutama terkait kepatuhan pasien menjalani pengobatan dan kontrol secara rutin.
Ia menyebutkan, sasaran pelayanan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kuaro mencapai sekitar 4.700 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.300 orang telah menjalani pemeriksaan atau skrining kesehatan. Namun, kepatuhan untuk melakukan kontrol dan pengobatan rutin masih perlu ditingkatkan.
Adapun sasaran pelayanan diabetes melitus tercatat sekitar 600 orang. Meski telah mendapatkan pemeriksaan, jumlah pasien yang rutin menjalani kontrol dan pengobatan diperkirakan baru sekitar 200 orang.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami berbagai komplikasi penyakit tersebut. Terkadang pasien datang ke unit gawat darurat dalam kondisi serius karena tidak mengetahui tekanan darahnya tinggi, bahkan sudah mengalami stroke atau serangan jantung,” ungkap dr. Andi Adnan.
Ia berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dari para narasumber, tetapi juga menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
dr. Andi Adnan turut menyampaikan apresiasi kepada PT MHA atas partisipasi dan dukungannya sebagai sponsor utama kegiatan. Ia berharap kemitraan yang telah terjalin dapat terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kesehatan fisik dan mental masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kuaro.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Kecamatan Kuaro, Abdul Rahim. Mewakili Pemerintah Kecamatan Kuaro, ia mengapresiasi inisiatif Puskesmas Kuaro serta kontribusi PT MHA melalui program CSR di bidang kesehatan.

Menurutnya, peningkatan kasus PTM dan persoalan kesehatan jiwa membutuhkan perhatian bersama karena berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
“Program Sehat Bahagia dengan CERDIK merupakan kegiatan promotif dan preventif yang sangat baik. Kami berharap sinergi antara pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, masyarakat, dan dunia usaha dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Abdul Rahim menegaskan, persoalan kesehatan tidak dapat dibebankan hanya kepada tenaga medis atau pemerintah. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk membangun kesadaran, menemukan solusi, dan menerapkan langkah pencegahan secara berkelanjutan.
Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian penyuluhan hingga selesai serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan kepada para narasumber.
Melalui program “Sehat Bahagia dengan CERDIK”, PT MHA bersama UPTD Puskesmas Kuaro dan Pemerintah Kecamatan Kuaro berharap kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini PTM, kepatuhan berobat, penerapan pola hidup sehat, serta pemeliharaan kesehatan jiwa semakin meningkat.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mewujudkan masyarakat Kuaro yang lebih sehat secara fisik, sejahtera secara mental, dan produktif dalam kehidupan sosial.(jay/rbn)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar