Delapan Negara Ditarget Ramaikan Paser International Table Tennis Championship 2026
- calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
- print Cetak

Foto: Rapat Koordinasi Panitia Turnamen Tenis Meja Paser International Table Tennis Championship 2026 di Pendopo Lou Bapekat (Jay/kaltimupdatenews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, Kaltimupdatenews.com-Kabupaten Paser bersiap menjadi tuan rumah ajang tenis meja bertaraf internasional pada 2026 mendatang. Panitia menargetkan sedikitnya delapan negara ambil bagian dalam “Paser International Table Tennis Championship 2026” yang dijadwalkan berlangsung pada Juli tahun depan.
Kesiapan penyelenggaraan turnamen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di Pendopo Lou Bapekat, Selasa (12/5/2026) malam. Berbagai aspek mulai dari administrasi, kesiapan venue, hingga fasilitas bagi peserta luar negeri menjadi fokus pembahasan.
Ketua Panitia International Table Tennis Championship 2026, Arif Rahman, mengatakan panitia kini tengah menyelesaikan seluruh dokumen pendukung sebagai bagian dari persiapan awal kegiatan.
“Dokumen administrasi, prospektus kegiatan, dan kebutuhan teknis lainnya sedang kami rampungkan. Setelah itu, persiapan akan dipercepat memasuki Juni,” kata Arif.
Arif Rahman yang merupakan Kepala Diskominfostaper Paser enyebutkan, turnamen internasional tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan persaingan olahraga, tetapi juga membawa dampak positif bagi promosi daerah dan sektor pariwisata di Kabupaten Paser. Menurutnya, kehadiran atlet dan ofisial dari berbagai negara dapat menjadi kesempatan memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat internasional.

“Beberapa negara yang diproyeksikan mengikuti kejuaraan ini antara lain China, Japan, South Korea, Malaysia, dan Singapore, ” katanya.
Arif menjelaskan, panitia telah menjalin komunikasi dengan PB PTMSI untuk memperluas jangkauan promosi ke berbagai negara melalui jejaring internasional organisasi tersebut.
“Kami mendapat dukungan dari PB PTMSI pusat, terutama dalam membantu penyebaran informasi turnamen ke negara-negara yang berpotensi ikut berpartisipasi,” ujarnya.
Selain itu, panitia juga mulai menyiapkan berbagai fasilitas penunjang bagi peserta asing, mulai dari transportasi penjemputan hingga penginapan atlet dan ofisial.
Di sisi lain, kondisi venue pertandingan masih memerlukan sejumlah pembenahan. Evaluasi yang dilakukan bersama dinas terkait menemukan beberapa fasilitas yang harus segera diperbaiki sebelum turnamen digelar.
“Beberapa fasilitas seperti pencahayaan, toilet, dan sarana pendukung lainnya menjadi perhatian agar arena pertandingan memenuhi standar pelaksanaan internasional,” jelas Arif.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, panitia juga melibatkan lintas instansi dan organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk unsur keamanan dan pihak imigrasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses kedatangan dan pengawasan peserta luar negeri berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Tak hanya fokus pada penyelenggaraan event, panitia juga berupaya meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga tenis meja. Salah satunya dengan menggandeng Dinas Pendidikan agar pelajar dapat menyaksikan pertandingan secara langsung.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap olahraga tenis meja,” tutupnya.(Jay)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar