Harga Dexlite Melambung, Antrean Solar Subsidi di SPBU Nipah-Nipah Tetap Padat
- calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
- print Cetak

Foto: kendaraan antri di SPBU nipah - nipah. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PPU, kaltimupdatenews.con-Kenaikan harga bahan bakar jenis solar non-subsidi belum mampu mengurai antrean kendaraan di SPBU Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (6/5/2026). Puluhan truk dan mobil pikap tetap memadati area pengisian biosolar subsidi sejak pagi hari.
Pantauan di lokasi, antrean kendaraan sudah terlihat sejak sekitar pukul 06.00 WITA. Para sopir tampak sabar menunggu giliran mengisi bahan bakar, baik dari dalam kendaraan maupun di sekitar area SPBU.
Meski antrean panjang terjadi hampir setiap hari, aktivitas di lokasi tetap berjalan tertib dengan pengawasan petugas SPBU yang mengatur jalur kendaraan agar tidak menghambat arus lalu lintas.
Usman (42), salah seorang sopir truk, mengatakan kondisi antrean panjang bukan lagi hal baru bagi para pengemudi angkutan barang di wilayah tersebut.
“Kalau mau dapat solar subsidi memang harus siap antre dari pagi. Sudah sering seperti ini,” katanya.
Menurutnya, tingginya kebutuhan operasional kendaraan membuat para sopir tetap memilih biosolar subsidi dibanding bahan bakar non-subsidi yang harganya jauh lebih tinggi.
Hal senada diungkapkan Jumanto (35). Ia mengaku kenaikan harga Dexlite membuat sebagian besar sopir tetap bertahan mengantre demi menekan biaya operasional.
“Selisih harganya terlalu jauh. Kalau pakai non-subsidi, pengeluaran makin besar,” ujarnya.
Diketahui, harga biosolar subsidi di Kabupaten PPU saat ini berada di angka Rp6.800 per liter. Sementara harga Dexlite mencapai Rp26.600 per liter.
Hingga siang hari, antrean kendaraan di SPBU Nipah-Nipah masih terus berlangsung tanpa perubahan signifikan dibanding hari-hari sebelumnya.(*rbn)
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar