Gubernur Kaltim Tinggalkan Kantor Tanpa Pernyataan Usai Aksi Massa
- calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
- print Cetak

Foto : Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud. (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTIM, kaltimupdatenews.com-Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, meninggalkan Kantor Gubernur tanpa memberikan keterangan kepada awak media usai berlangsungnya aksi demonstrasi di kawasan tersebut, Selasa (21/4/2026) malam.
Rudy terlihat keluar dari kantor sekitar pukul 19.15 WITA dengan mengenakan pakaian dinas harian (PDH) berwarna khaki. Ia berjalan tergesa-gesa menuju rumah jabatan yang berada di sisi kompleks kantor gubernur, di tengah pengawalan ketat dari ajudan dan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Sejumlah wartawan yang telah menunggu sejak sore hari berupaya meminta tanggapan terkait jalannya aksi demonstrasi yang sebelumnya sempat memanas dan dibubarkan aparat kepolisian. Namun, gubernur tidak memberikan respons dan langsung meninggalkan lokasi.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan bahwa aktivitas pemerintahan tetap berjalan normal meski diwarnai aksi unjuk rasa. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, menyebut gubernur tetap menjalankan tugasnya di kantor sepanjang hari.
“Beliau berada di kantor. Untuk informasi lebih lanjut bisa dikoordinasikan dengan pihak protokol,” ujar Faisal melalui pesan singkat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rudy juga sempat melaksanakan salat Zuhur di Masjid Nurul Mu’minin yang berada di lingkungan Kantor Gubernur Kaltim, menandakan bahwa aktivitasnya berlangsung seperti hari kerja biasa.
Sehari sebelum aksi digelar, gubernur telah menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah akan tetap bekerja seperti biasa. Hal tersebut disampaikan usai kepulangannya dari Jakarta pada Senin (20/4/2026), di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap rencana demonstrasi yang disebut melibatkan ribuan peserta.
Menurut Rudy, fokus utama pemerintah saat ini adalah percepatan realisasi belanja daerah, khususnya untuk mendukung program-program pelayanan publik dan standar pelayanan minimum.
“Agenda utama kita tetap pada penyelesaian realisasi anggaran agar kegiatan pelayanan kepada masyarakat bisa segera berjalan optimal,” ujarnya dalam kesempatan sebelumnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tetap masuk kerja dan menjalankan fungsi masing-masing tanpa ada perubahan jadwal.
Pemerintah provinsi, lanjutnya, tidak menutup diri terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui aksi unjuk rasa. Ia menyatakan kesiapan untuk menerima perwakilan massa aksi, dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang berkembang di lapangan.
“Kami pada prinsipnya terbuka terhadap aspirasi. Namun, mekanisme dan waktunya akan disesuaikan dengan kondisi yang ada,” katanya.
Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga dilaporkan turut berada di kawasan Kantor Gubernur untuk memantau langsung jalannya aksi dan memastikan situasi tetap kondusif.
Salah satu tuntutan yang disuarakan massa dalam aksi tersebut adalah permintaan audit terhadap penggunaan fasilitas pejabat daerah, termasuk kendaraan dinas dan rumah jabatan. Menanggapi hal itu, gubernur sebelumnya menegaskan bahwa proses audit telah dilakukan oleh lembaga yang memiliki kewenangan.
“Proses audit sudah berjalan melalui lembaga resmi, termasuk Badan Pemeriksa Keuangan,” ujarnya.
Hingga malam hari, situasi di sekitar Kantor Gubernur Kaltim berangsur kondusif setelah aparat membubarkan massa aksi. Aktivitas di lingkungan perkantoran pun dilaporkan kembali normal.(*rbn)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar