Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » Turun ke 12 Titik Saat Reses, Yenni Eviliana Perjuangkan Aspirasi Warga yang Tak Terakomodir

Turun ke 12 Titik Saat Reses, Yenni Eviliana Perjuangkan Aspirasi Warga yang Tak Terakomodir

  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALTIM, kaltimupdatenews.com – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Hj. Yenni Eviliana, SE, melaksanakan kegiatan reses di empat kecamatan yang ada di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dengan total 12 titik pertemuan, belum lama ini.

Dalam kunjungan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat disampaikan secara langsung, mulai dari kebutuhan infrastruktur dasar hingga persoalan bantuan sektor pertanian dan perikanan yang terkendala perubahan regulasi.

Kegiatan reses tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan riil di lapangan. Yenni mengatakan, sebagian besar aspirasi yang diterima masih berkutat pada pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari warga.

“Permintaan masyarakat masih didominasi kebutuhan dasar seperti pembangunan dan perbaikan embung, tandon air, serta lampu penerangan jalan. Infrastruktur ini sangat penting karena menyangkut kebutuhan air bersih dan keamanan lingkungan,” ujar Yenni saat di konfirmasi, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, embung dan tandon air sangat dibutuhkan, terutama di wilayah yang masih mengalami kesulitan akses air bersih, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian. Sementara itu, lampu penerangan jalan dinilai penting untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga, khususnya di kawasan permukiman dan jalan penghubung antarwilayah.

Selain infrastruktur, masyarakat juga menyampaikan usulan bantuan alat tangkap perikanan, dukungan bagi kelompok peternak, serta kebutuhan pupuk dan alat pertanian. Aspirasi tersebut, kata Yenni, menunjukkan bahwa mayoritas warga di wilayah yang ia kunjungi masih menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

“Alat tangkap perikanan, bantuan untuk peternakan, hingga pupuk dan alat pertanian masih menjadi kebutuhan utama. Artinya, sektor-sektor ini harus terus menjadi perhatian bersama karena menyangkut ekonomi masyarakat kecil,” jelas politisi PKB Kaltim.

Namun demikian, Yenni mengakui terdapat kendala dalam menindaklanjuti sejumlah usulan, khususnya terkait pupuk dan alat pertanian. Ia menjelaskan bahwa terjadi perubahan regulasi yang menyebabkan kewenangan pengadaan dan distribusi pupuk serta alat pertanian kini berada di pemerintah pusat, bukan lagi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Untuk pupuk dan alat pertanian, sekarang kewenangannya sudah dipindahkan ke pusat. Jadi apabila ada usulan dari masyarakat, tidak dapat lagi sepenuhnya diakomodasi melalui mekanisme di daerah seperti sebelumnya. Ini yang menjadi kendala,” terangnya.

Foto: Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Hj. Yenni Eviliana, SE saat menyerap aspirasi masyarakat Kabupaten Paser (Jay/kaltimupdatenews)

Perubahan regulasi tersebut, lanjut Yenni, berdampak pada banyaknya proposal pengajuan bantuan dari masyarakat yang tidak bisa diproses di tingkat daerah. Padahal, sebagian proposal telah disusun secara kolektif oleh kelompok tani maupun kelompok masyarakat dengan harapan mendapat dukungan pemerintah.

“Banyak masyarakat yang sudah membuat proposal pengajuan, tetapi karena regulasinya berubah, pengajuannya tidak bisa diakomodir. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami dalam menjelaskan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, DPRD tetap memiliki fungsi pengawasan dan penganggaran, namun tetap harus menyesuaikan dengan pembagian kewenangan yang diatur dalam regulasi. Karena itu, komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi langkah penting agar aspirasi masyarakat tetap dapat diperjuangkan.

“Kami tidak tinggal diam. Aspirasi yang masuk tetap kami catat dan akan kami sampaikan di DPRD Provinsi untuk dijadikan pokok-pokok pikiran (Pokir) termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait di tingkat pusat. Harapannya ada solusi yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Yenni.

Menurutnya, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal, melainkan sarana untuk memastikan bahwa kebijakan pembangunan benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga pusat agar tidak terjadi tumpang tindih maupun kekosongan kewenangan yang merugikan masyarakat.

“Reses ini menjadi momentum penting bagi kami untuk mendengar langsung suara masyarakat. Dengan turun ke lapangan, kami bisa mengetahui persoalan yang sebenarnya terjadi dan mencari jalan keluarnya sesuai kewenangan yang ada,” katanya.

Yenni berharap, ke depan regulasi yang ada dapat lebih fleksibel dan berpihak pada masyarakat, khususnya petani dan nelayan kecil yang sangat bergantung pada bantuan sarana dan prasarana produksi. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan aspirasi melalui jalur yang tersedia.

“Kami berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan dasar warga akan terus kami perjuangkan agar pembangunan di Kalimantan Timur benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.(Jay)

  • Penulis: Fendialvaro

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perlindungan Pekerja Sawit Jadi Sorotan di Paser, Pemkab Dorong Sinergi BPJS dan K3

    Perlindungan Pekerja Sawit Jadi Sorotan di Paser, Pemkab Dorong Sinergi BPJS dan K3

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Pemerintah Kabupaten Paser menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan bagi tenaga kerja di sektor perkebunan kelapa sawit, terutama melalui penguatan jaminan sosial ketenagakerjaan dan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang menyeluruh. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, saat membuka Lokakarya Perlindungan Pekerja Sektor Perkebunan Kelapa Sawit yang digelar Solidaridad Network […]

  • Operasi Antik Mahakam 2026, Polisi Ringkus Pedagang Asal PPU Diduga Edarkan Sabu di Long Kali

    Operasi Antik Mahakam 2026, Polisi Ringkus Pedagang Asal PPU Diduga Edarkan Sabu di Long Kali

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Upaya aparat kepolisian dalam menekan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Paser kembali membuahkan hasil. Seorang pria berinisial EW (33), warga Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), diamankan jajaran Polsek Long Kali setelah diduga menguasai 11 paket narkotika jenis sabu dalam pelaksanaan Operasi Antik Mahakam 2026. Penangkapan dilakukan di kawasan […]

  • Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Taksi Listrik Mogok di Perlintasan, 14 Tewas dan 84 Luka

    Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Taksi Listrik Mogok di Perlintasan, 14 Tewas dan 84 Luka

    • 0Komentar

    NASIONAL, kaltimupdatenews.com-Malam di Stasiun Bekasi Timur berubah menjadi kepanikan setelah dua rangkaian kereta api terlibat tabrakan beruntun pada Senin (27/4) sekitar pukul 20.50 WIB. Sedikitnya 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang disebut sebagai salah satu kecelakaan kereta paling serius tahun ini. Korban berasal dari penumpang KRL Commuter Line maupun […]

  • 308 ASN Dilantik, Bupati Paser Minta Percepat Kinerja dan Wujudkan Paser TUNTAS

    308 ASN Dilantik, Bupati Paser Minta Percepat Kinerja dan Wujudkan Paser TUNTAS

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Sebanyak 308 aparatur sipil negara (ASN) resmi mengemban tugas baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Paser setelah dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Paser dr. Fahmi Fadli di Pendopo Lou Bapekat, Jumat (26/6/2026). Momentum tersebut menjadi bagian dari penguatan birokrasi sekaligus upaya mempercepat pencapaian visi pembangunan daerah melalui aparatur yang profesional dan berintegritas. […]

  • Cuaca Buruk, Warga Desa Muara Adang yang Hilang di Perairan Akhirnya Ditemukan Selamat

    Cuaca Buruk, Warga Desa Muara Adang yang Hilang di Perairan Akhirnya Ditemukan Selamat

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com – Seorang warga RT 008 Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Rahmatullah (42), sempat dilaporkan hilang saat dalam perjalanan pulang dari tambak menggunakan perahu ketinting, Kamis (12/2/2026) malam. Setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim gabungan bersama masyarakat, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat pada Jum’at (13/2/2026) sekitar pukul 11.35 WITA. […]

  • DPRD Paser Minta Pemerintah Pusat Akhiri Sengketa Cagar Alam Teluk Adang-Teluk Apar

    DPRD Paser Minta Pemerintah Pusat Akhiri Sengketa Cagar Alam Teluk Adang-Teluk Apar

    • 0Komentar

    TANA PASER, Kaltimupdatenews.con-Upaya penyelesaian konflik status lahan di kawasan Cagar Alam (CA) Teluk Adang-Teluk Apar kembali mendapat perhatian DPRD Kabupaten Paser. Lembaga legislatif itu meminta pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk mengakhiri polemik yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan menimbulkan ketidakpastian hukum bagi masyarakat yang bermukim maupun mengelola lahan di kawasan tersebut. Permintaan […]

expand_less