Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » Paser » APDESI Desak Kepastian Regulasi Pilkades, 15 Desa di Paser Terancam Dipimpin Pj Kades

APDESI Desak Kepastian Regulasi Pilkades, 15 Desa di Paser Terancam Dipimpin Pj Kades

  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Paser mendesak Pemerintah Kabupaten Paser segera menuntaskan regulasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) menyusul berakhirnya masa jabatan 15 kepala desa pada Januari 2027. Ketidakjelasan aturan dikhawatirkan berdampak pada tertundanya proses demokrasi di tingkat desa dan berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan.

Ketua APDESI Paser, Nasri, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki banyak waktu untuk menyiapkan seluruh tahapan Pilkades. Menurutnya, kepastian hukum harus segera diberikan agar desa-desa yang akan melaksanakan pemilihan dapat melakukan berbagai persiapan sesuai jadwal.

“Kami berharap pemerintah daerah segera menentukan regulasi yang akan digunakan. Tahapan Pilkades tidak bisa dilakukan secara mendadak karena membutuhkan proses yang panjang dan persiapan yang matang,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Nasri mengatakan, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai dasar hukum yang akan menjadi acuan penyelenggaraan Pilkades di Kabupaten Paser. Padahal, sebanyak 15 kepala desa akan mengakhiri masa jabatannya pada awal 2027.

Untuk mendorong percepatan penyelesaian persoalan tersebut, APDESI melalui tim bidang Pilkades yang dipimpin Taher bersama sejumlah pengurus lainnya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk unsur hukum.

Menurut Nasri, salah satu langkah yang didorong adalah percepatan pembahasan dan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pilkades agar seluruh tahapan dapat segera disusun.

“Target kami, regulasi itu sudah rampung paling lambat September tahun ini sehingga desa memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan pelaksanaan Pilkades,” katanya.

Diketahui, pembahasan Raperda Pilkades yang sebelumnya diinisiasi Pemerintah Kabupaten Paser sempat tertunda pada akhir 2025. Penundaan itu mengacu pada Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 141/4258/SJ tentang penundaan pelaksanaan Pilkades serentak dan Pilkades Pengganti Antar Waktu (PAW).

APDESI menilai hingga kini belum ada kepastian terkait kelanjutan pembahasan raperda tersebut maupun kemungkinan penggunaan peraturan yang lama sebagai landasan hukum penyelenggaraan Pilkades.

“Kami hanya membutuhkan kepastian. Jika perda baru belum selesai, perlu dijelaskan apakah regulasi yang lama masih dapat digunakan agar pelaksanaan Pilkades tidak mengalami hambatan,” ucapnya.

Ia mengingatkan, apabila Pilkades tidak dapat digelar sesuai jadwal, maka kekosongan jabatan kepala desa akan diisi oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Nasri, keberadaan penjabat kepala desa bersifat sementara dan memiliki ruang gerak yang berbeda dibandingkan kepala desa definitif yang dipilih langsung oleh masyarakat.

“Desa membutuhkan pemimpin yang memiliki legitimasi penuh dari masyarakat agar program pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal,” tegasnya.

Selain itu, APDESI juga menyoroti masa jabatan sebagian besar anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Paser yang akan berakhir pada 2028. Padahal, BPD memegang peran strategis dalam pembentukan panitia hingga pengawasan seluruh tahapan Pilkades.

Karena itu, APDESI meminta DPMD Paser segera mengambil langkah konkret untuk memastikan pelaksanaan Pilkades di 15 desa dapat berjalan sesuai jadwal dan tidak menimbulkan persoalan administrasi maupun pemerintahan di kemudian hari.(Jay)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LPAP Diminta Perkuat Peran Strategis Jaga Identitas Paser di Era IKN

    LPAP Diminta Perkuat Peran Strategis Jaga Identitas Paser di Era IKN

    • 0Komentar

    PPU, kaltimupdatenews.com-Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur membawa dampak besar bagi dinamika sosial dan budaya masyarakat lokal. Di tengah arus perubahan tersebut, lembaga adat dinilai harus tampil lebih kuat sebagai penjaga identitas dan marwah daerah. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) II […]

  • Sengketa Tenaga Kerja di PPU Diutamakan Lewat Mediasi Sebelum ke Pengadilan

    Sengketa Tenaga Kerja di PPU Diutamakan Lewat Mediasi Sebelum ke Pengadilan

    • 0Komentar

    PPU, kaltimupdatenews.com-Perselisihan antara pekerja dan perusahaan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tidak serta-merta diselesaikan melalui jalur pengadilan. Pemerintah daerah menekankan pentingnya penyelesaian melalui mekanisme mediasi sebagai langkah awal sebelum perkara berlanjut ke proses hukum. Mediator Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, Andri Febriady, mengatakan setiap sengketa hubungan industrial memiliki prosedur penyelesaian […]

  • PPU Siapkan Penyesuaian Tunjangan Guru Honorer, Dorong Kesejahteraan dan Kualitas Pendidikan

    PPU Siapkan Penyesuaian Tunjangan Guru Honorer, Dorong Kesejahteraan dan Kualitas Pendidikan

    • 0Komentar

    PPU, Kaltimupdatenews. Com-Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah merancang penyesuaian tunjangan bagi guru honorer. Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik non-PNS yang selama ini kerap menghadapi kondisi finansial terbatas, khususnya mereka yang mengabdi di bawah yayasan pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru, menyatakan, selama ini insentif […]

  • Ancaman Buaya di Perairan Paser, Polisi Intensifkan Edukasi dan Langkah Pencegahan

    Ancaman Buaya di Perairan Paser, Polisi Intensifkan Edukasi dan Langkah Pencegahan

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Ancaman serangan buaya di sejumlah kawasan perairan Kabupaten Paser menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Untuk meminimalisasi risiko yang dapat mengancam keselamatan warga, Satpolairud Polres Paser terus mengintensifkan langkah pencegahan melalui pemasangan spanduk peringatan serta edukasi langsung kepada masyarakat pesisir. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (28/4/2026) di wilayah perairan Desa Pesisir Pondong Baru dan […]

  • Pemkab PPU Musnahkan 21 Ribu Arsip Lama, Dorong Administrasi Lebih Efisien

    Pemkab PPU Musnahkan 21 Ribu Arsip Lama, Dorong Administrasi Lebih Efisien

    • 0Komentar

    PPU, kaltimupdatenews.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah tegas menertibkan dokumen pemerintahan dengan memusnahkan lebih dari 21 ribu arsip lama. Arsip yang dimusnahkan berasal dari periode 2005 hingga 2014 dan dinyatakan tidak lagi memiliki nilai administrasi maupun hukum. Asisten III Administrasi Umum PPU, Ainie, mengatakan, langkah ini bagian dari penataan arsip yang […]

  • Masakan Ditinggal, Rumah Sekaligus Warung di Babulu Terbakar

    Masakan Ditinggal, Rumah Sekaligus Warung di Babulu Terbakar

    • 0Komentar

    PPU, kaltimupdatenews.com-Aktivitas memasak yang ditinggalkan pemilik rumah diduga menjadi pemicu kebakaran sebuah rumah yang juga difungsikan sebagai warung kelontong di RT 04, Desa Gunung Makmur, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU), Senin (17/8/2026). Api membakar sejumlah bagian bangunan serta peralatan di dalam rumah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang dilaporkan sekitar pukul 11.02 […]

expand_less