Ketua Perbakin Paser Keluhkan Lapangan Tembak Belum Rampung, Pembinaan Atlet Terhambat
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
- print Cetak

Foto:Ketua Perbakin Kabupaten Paser, Hendrawan Putra (Jay/kaltimupdatenews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Keterlambatan penyelesaian pembangunan lapangan tembak di Kabupaten Paser mendapat sorotan dari Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Paser. Hingga pertengahan 2026, fasilitas yang diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet tersebut belum juga dapat digunakan, sehingga proses latihan atlet berlangsung tidak optimal.
Ketua Perbakin Kabupaten Paser, Hendrawan Putra, mengatakan kondisi tersebut membuat program pembinaan atlet, khususnya atlet usia dini, mengalami kendala karena belum tersedia lokasi latihan yang memenuhi standar.
“Sejak awal kami berharap fasilitas itu sudah bisa dimanfaatkan pada tahun ini. Namun sampai sekarang pengerjaannya belum selesai, sehingga pembinaan atlet belum berjalan sesuai rencana,” ujar Hendrawan, Selasa (30/6/2026)
Ia menjelaskan, olahraga menembak membutuhkan sarana khusus yang memenuhi aspek keselamatan dan standar teknis, sehingga tidak memungkinkan atlet berlatih di sembarang tempat seperti cabang olahraga lainnya.
Sebelumnya, atlet Perbakin Paser masih menggunakan lapangan tembak manual di kawasan Stadion Sadurengas, Desa Tapis, Kecamatan Tanah Grogot, untuk latihan nomor target 10 meter. Namun fasilitas tersebut telah dibongkar setelah adanya relokasi Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, dengan rencana digantikan lapangan baru yang lebih representatif.
“Lapangan lama sudah tidak bisa digunakan, sementara penggantinya belum juga siap. Atlet terus menanyakan kapan mereka bisa kembali berlatih dengan normal,” katanya.
Akibat belum tersedianya fasilitas tersebut, sebagian atlet memilih berlatih secara mandiri, bahkan ada yang bergabung dengan klub di Samarinda agar tetap bisa menjaga kemampuan. Menurut Hendrawan, kondisi itu tentu menambah beban biaya sekaligus mengurangi efektivitas pembinaan atlet daerah.
Ia menambahkan, lapangan tembak yang sedang dibangun nantinya akan dilengkapi sistem penilaian elektronik (electronic target system) yang telah digunakan pada berbagai kejuaraan internasional. Karena itu, atlet memerlukan waktu untuk beradaptasi sebelum fasilitas tersebut dipakai dalam kompetisi resmi.
“Kalau nanti kita menjadi tuan rumah kejuaraan, atlet Paser seharusnya sudah terbiasa menggunakan sistem elektronik itu. Jangan sampai atlet dari daerah lain justru lebih siap karena lebih dulu berlatih dengan fasilitas serupa,” ujarnya.
Menurut Hendrawan, hingga kini pengadaan perangkat electronic target system juga belum rampung. Akibatnya, atlet masih mengandalkan sarana yang terbatas sembari menunggu seluruh fasilitas tersedia.
“Target prestasi yang kami susun akhirnya sulit dicapai karena intensitas latihan tidak maksimal. Bahkan ada atlet yang harus membawa perlengkapannya sendiri ketika berlatih di luar daerah,” ungkapnya.
Selain meminta percepatan penyelesaian proyek, Hendrawan berharap pembangunan fasilitas olahraga yang memiliki spesifikasi khusus dapat dikerjakan oleh tenaga yang benar-benar berpengalaman. Ia menilai pembangunan lapangan tembak memerlukan perhatian terhadap berbagai aspek teknis, seperti pencahayaan, arah angin, hingga standar keamanan.
“Pembangunan lapangan tembak berbeda dengan bangunan biasa. Karena itu, kami berharap pengerjaannya ditangani oleh pihak yang memang memahami standar teknis fasilitas olahraga menembak,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kontrak proyek sebelumnya ditargetkan selesai pada akhir 2025, termasuk pengadaan seluruh peralatan pendukung. Namun hingga kini seluruh tahapan penyelesaian masih mengalami keterlambatan.
“Harapan kami tentu proyek ini segera dituntaskan. Selama fasilitas belum tersedia, pembinaan atlet tidak bisa berjalan secara maksimal dan mereka terus kehilangan kesempatan untuk berlatih secara rutin,” harapnya (Jay)
- Penulis: Editor






Saat ini belum ada komentar