Kios BBM di Long Ikis Terbakar, Mobil dan Motor Hangus, Kerugian Capai Rp200 Juta
- calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
- print Cetak

Foto:Kebakaran hebat yang menghanguskan sebuah kios bahan bakar minyak (BBM) di Desa Atang Pait, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Sebuah kebakaran hebat melanda kios bahan bakar minyak (BBM) di Desa Atang Pait, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Selasa dini hari (9/6/2026).Peristiwa yang terjadi menjelang subuh itu tidak hanya menghanguskan bangunan kios, tetapi juga membakar satu mobil dan satu sepeda motor yang berada di lokasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Paser, M. Lukman, menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan sehingga api tidak sempat meluas ke bangunan lain di sekitarnya.
“Begitu laporan kami terima, tim langsung diberangkatkan ke lokasi. Berkat jarak yang relatif dekat, penanganan bisa segera dilakukan dan api tidak merembet ke bangunan lain,” ujarnya, Rabu (10/6/2026)
Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 04.06 WITA di RT 02 Desa Atang Pait, tepat di area samping sebuah minimarket. Kios yang terbakar diketahui milik warga bernama Rohyadi dengan ukuran bangunan sekitar 5 x 4 meter.
Peristiwa tersebut pertama kali disadari oleh petugas PLN yang melihat adanya kobaran api dari arah kios. Ia kemudian segera menginformasikan kepada warga sekitar untuk melakukan upaya awal sebelum menghubungi petugas pemadam kebakaran Long Ikis.
Laporan kebakaran diterima melalui pesan WhatsApp petugas damkar pada waktu yang sama, yakni 04.06 WITA. Dalam hitungan menit, petugas langsung meluncur ke lokasi dan tiba sekitar pukul 04.08 WITA.
“Respons cepat menjadi kunci dalam penanganan ini. Personel langsung kami kerahkan begitu laporan masuk,” tambah Lukman.

Sebanyak sembilan petugas diterjunkan dengan dukungan tiga unit kendaraan, terdiri dari mobil pemadam, mobil tangki BPBD, serta mobil suplai air. Proses pemadaman menggunakan sumber air dari jaringan PDAM, meski sempat mengalami kendala akibat padamnya listrik yang mengganggu distribusi air.
“Memang sempat ada hambatan karena listrik padam sehingga suplai air dari PDAM terganggu, tetapi petugas tetap berupaya maksimal sampai api benar-benar padam,” jelasnya.
Selain Damkar, proses penanganan juga melibatkan unsur kepolisian, PLN Long Ikis, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta warga sekitar yang turut membantu di lokasi kejadian.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta. Selain kios BBM dan kendaraan yang terbakar, api juga merusak bagian teras rumah warga di sekitar lokasi.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik dan penyimpanan bahan mudah terbakar.
“Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat sangat penting, terutama pada bangunan yang menyimpan BBM atau material yang mudah terbakar,” tutup Lukman.(Jay)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar