Fathur Rahman Sebut Pernah Ditawari Rp50 Juta untuk Mundur dari Komando Aksi 214
- calendar_month Senin, 18 Mei 2026
- print Cetak

Foto: Fathur Rahman (kiri) dan Kamarul Azwan (kanan) Jenderal Lapangan (Jenlap) dari gerakan aksi Aliansi Rakyat Kaltim (ARK). (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTIM, kaltimupdatenews.com-Dugaan upaya pelemahan gerakan massa menjelang Aksi 214 di Samarinda mencuat ke publik. Jenderal Lapangan (Jenlap) Aliansi Rakyat Kaltim (ARK), Fathur Rahman, mengaku pernah menerima tawaran uang puluhan juta rupiah agar melepaskan posisinya sebagai komando lapangan.
Pengakuan tersebut disampaikan Fathur seusai diskusi publik bertajuk “Kepung 7 Fraksi DPRD Kaltim: Menguji Keberanian dan Integritas DPRD Kaltim dalam Melaksanakan Hak Angket” di Cafe D’Bagios, Samarinda, Sabtu (16/5/2026) malam.
Menurut Fathur, pendekatan itu terjadi beberapa hari sebelum demonstrasi berlangsung pada 21 April 2026. Ia mengatakan, seorang rekannya menghubunginya untuk menyampaikan pesan dari pihak lain yang tidak diketahui identitasnya.
Fathur menjelaskan, dalam komunikasi tersebut terdapat syarat agar dirinya mundur dari posisi Jenlap dengan imbalan sejumlah uang.
“Ada seseorang yang menyampaikan pesan lewat teman saya. Intinya, saya diminta tidak lagi menjadi Jenlap dengan iming-iming uang,” ujarnya.
Meski tidak menerima uang secara langsung, Fathur menyebut nominal yang ditawarkan mencapai sekitar Rp50 juta.
“Nilainya sekitar Rp50 juta, tapi saat itu belum ada uang yang diberikan. Masih sebatas penawaran,” katanya.
Ia menegaskan tawaran tersebut ditujukan kepada dirinya secara personal, bukan kepada Aliansi Rakyat Kaltim sebagai organisasi gerakan.
“Yang perlu diluruskan, pendekatan itu bukan ke aliansi, melainkan kepada saya pribadi,” tutur Fathur.
Fathur mengaku tidak mengetahui siapa sosok di balik upaya tersebut. Hingga kini, ia belum dapat memastikan apakah tawaran itu berkaitan dengan kepentingan individu, kelompok tertentu, atau unsur politik.
Kendati demikian, ia menegaskan memilih menolak tawaran tersebut. Menurut dia, gerakan yang dibangun bersama masyarakat tidak boleh tercoreng oleh kepentingan materi.
“Kepercayaan publik jauh lebih penting. Kami bergerak membawa aspirasi rakyat, sehingga tidak ada alasan untuk menggadaikan perjuangan karena uang,” tegasnya.
Fathur juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba memengaruhi atau menggembosi gerakan masyarakat di Kalimantan Timur melalui pendekatan material.
“Marwah daerah ini harus dijaga. Perjuangan masyarakat tidak semestinya diukur dengan nilai uang,” pungkasnya.(*rbn/jay)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar