Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » Balikpapan » PHM Dongkrak Produksi Lapangan Handil, Tambah 2.000 Barel Minyak per Hari

PHM Dongkrak Produksi Lapangan Handil, Tambah 2.000 Barel Minyak per Hari

  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BALIKPAPAN, Kaltimupdatenews.com-Kinerja PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) pada awal 2026 menunjukkan tren menggembirakan. Optimalisasi dua sumur minyak berkategori High Pour Point Oil (HPPO) di Lapangan Handil, Kalimantan Timur, berhasil meningkatkan produksi hingga sekitar 2.000 barel per hari (bph).

Tambahan produksi tersebut jauh melampaui target awal yang ditetapkan dalam Work Program and Budget (WP&B) 2026, yang diproyeksikan hanya sekitar 400 bph. Capaian ini sekaligus memperkuat kontribusi sumur-sumur HPPO di wilayah kerja PHM.

Dengan beroperasinya dua sumur baru di Handil, total produksi dari sumur HPPO PHM kini mencapai sekitar 3.000 bph, termasuk satu sumur serupa di Lapangan Tambora yang telah berproduksi sejak 2024.

Lapangan Handil memiliki tantangan teknis tersendiri. Minyak yang dihasilkan dari sumur HPPO memiliki titik tuang relatif tinggi, yakni sekitar 25 derajat Celcius, lebih besar dibandingkan suhu operasi pipa produksi. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan minyak mengental hingga menghambat aliran.

Senior Manager Production PHM, Robert Roy Antoni, menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan perlakuan kimia berupa Pour Point Depressant (PPD) untuk mengatasi kendala tersebut. Teknologi ini mampu menurunkan titik tuang minyak hingga sekitar 21 derajat Celcius sehingga aliran produksi dapat berjalan normal.

“Blok Mahakam merupakan lapangan mature dengan tingkat kompleksitas yang terus meningkat. Namun, tantangan tersebut justru mendorong kami untuk terus menghadirkan solusi agar sumur-sumur dengan tingkat kesulitan tinggi tetap dapat dioptimalkan,” ujar Robert,Jumat (30/1/2026).

Keberhasilan ini melengkapi capaian PHM sebelumnya dalam mengembangkan sumur-sumur minyak beremulsi. Sebanyak 17 sumur minyak beremulsi telah berhasil dioperasikan dengan memanfaatkan fasilitas eksisting di lapangan gas Tunu, Tambora, Sisi Nubi, Peciko, dan South Mahakam. Secara kumulatif, upaya tersebut menyumbang tambahan produksi sekitar 5.200 bph berdasarkan pengukuran di kepala sumur.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan pengalaman dan kapabilitas PHM dalam mengelola lapangan migas dengan tantangan teknikal tinggi.

“Pengembangan sumur HPPO dan sumur beremulsi menunjukkan komitmen PHM untuk terus berinovasi dalam menjaga keberlanjutan produksi di lapangan mature,” ujarnya.

Seiring tambahan produksi tersebut, PHM memasuki 2026 dengan rata-rata produksi minyak sekitar 25 ribu bph. Angka ini sekitar 20 persen lebih tinggi dibandingkan target WP&B yang ditetapkan pemerintah.

Menurut Setyo, keberlanjutan operasi hulu migas tetap menjadi elemen penting dalam mendukung kebijakan transisi energi Pertamina serta pencapaian target produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari pada 2029 atau lebih cepat.

Ia menambahkan, investasi berkelanjutan di sektor hulu migas baik eksplorasi maupun eksploitasi menjadi kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional serta mendukung agenda swasembada energi sesuai Asta Cita Pemerintah.(*RBN)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less