Perbaikan Jalan Kenohan Dimulai, Pemkab Kukar Prioritaskan Titik Kritis
- calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
- print Cetak

Foto: Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono. (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KUKAR, kaltimupdatenews.com-Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memastikan perbaikan ruas jalan poros di Kecamatan Kenohan segera memasuki tahap pelaksanaan setelah seluruh proses administrasi proyek dinyatakan tuntas.
Ruas jalan yang menghubungkan Kenohan dengan Tabang dan Kembang Janggut itu selama ini menjadi keluhan warga akibat kerusakan yang cukup parah dan mengganggu aktivitas harian.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, menegaskan pekerjaan fisik akan segera dimulai dalam waktu dekat setelah kontrak diteken.
“Proses lelang dan administrasi sudah rampung. Kami tinggal menunggu penandatanganan kontrak untuk segera memulai pekerjaan di lapangan,” kata Wiyono, Jumat, (10/4/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk penanganan ruas jalan tersebut. Dana itu terdiri dari Rp10 miliar untuk pembangunan dan Rp5 miliar untuk pemeliharaan.
Meski demikian, perbaikan dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan anggaran. Dari total sekitar 9 kilometer jalan yang mengalami kerusakan, hanya sebagian kecil yang akan dibangun dengan konstruksi beton.
“Penanganan beton difokuskan pada titik-titik paling rawan, dengan panjang sekitar 700 hingga 800 meter, khususnya di wilayah Sebelimbingan sampai Teluk Muda,” jelasnya.
Adapun sisa ruas jalan akan diperbaiki menggunakan metode agregat dan pemadatan agar tetap dapat dilalui kendaraan secara aman. Metode ini dipilih berdasarkan pengalaman sebelumnya, di mana konstruksi aspal tidak mampu bertahan lama akibat tingginya beban kendaraan berat yang melintas.
Pemkab Kukar menargetkan pengerjaan dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga bulan. Selain itu, pemeliharaan rutin akan terus dilakukan hingga akhir tahun untuk menjaga kondisi jalan tetap stabil.
Fokus perbaikan lanjutan akan diarahkan ke sejumlah titik krusial, seperti Sebelimbingan, Teluk Muda hingga kawasan perbatasan Tuana Tuha yang selama ini paling sering mengalami kerusakan.
Wiyono menambahkan, penanganan menyeluruh terhadap ruas jalan tersebut membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar.
“Kalau ingin dituntaskan secara keseluruhan dengan konstruksi permanen, kebutuhan anggarannya bisa mencapai Rp80 sampai Rp90 miliar,” tandasnya.(rbn)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar