Balap Kelotok Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Satpolairud Paser Angkat Budaya Pesisir
- calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
- print Cetak

Foto: Foto: Satpolairud Paser edukasi keselamatan berlayar kepada masyarakat yang mengikuti lomba balap Kelotok (Jay/kaltimupdatenews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Deru mesin perahu kelotok memecah suasana perairan Desa Pondong Baru, Kecamatan Kuaro, Selasa (23/6/2026). Puluhan warga tampak memadati tepian sungai untuk menyaksikan lomba balap kelotok yang digelar Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Paser dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Sebanyak 21 peserta ambil bagian dalam perlombaan yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 15.00 Wita. Balapan menempuh lintasan sekitar empat kilometer atau dua mil laut, dimulai dari Sungai Nia Besar dan berakhir di depan Pelabuhan Kemilau Laut Pondong.
Kasat Polairud Polres Paser AKP Andi Ferial J. mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga bentuk nyata upaya menjaga warisan budaya masyarakat pesisir yang telah berlangsung turun-temurun.
“Kelotok merupakan bagian dari kehidupan masyarakat di wilayah perairan. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi yang menjadi ciri khas daerah pesisir,” katanya.

Menurut Andi, momentum Hari Bhayangkara menjadi kesempatan bagi Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan melibatkan partisipasi warga.
Selain perlombaan, Satpolairud Polres Paser juga memberikan sosialisasi mengenai keselamatan beraktivitas di perairan. Edukasi tersebut disampaikan Kaurbinops Satpolairud Polres Paser, Iptu Edy Soetjipto, yang menekankan pentingnya penggunaan alat keselamatan saat berlayar.
Sebagai simbol kampanye keselamatan, petugas memasangkan life jacket kepada perwakilan peserta sebelum perlombaan berlangsung.
“Kesadaran terhadap keselamatan di sungai maupun laut harus terus ditingkatkan. Kami berharap masyarakat membiasakan diri menggunakan perlengkapan keselamatan demi mengurangi risiko kecelakaan di perairan,” ujar Andi.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga yang berada di sepanjang lintasan balap memberikan dukungan kepada para peserta yang berlomba menjadi yang tercepat mencapai garis finis.
Dalam kompetisi tersebut, Iwan berhasil meraih gelar juara pertama setelah mencatat waktu terbaik. Posisi runner-up ditempati Doyok, sedangkan Joko harus puas finis di peringkat ketiga.
AKP Andi berharap lomba balap kelotok dapat terus digelar pada tahun-tahun mendatang karena dinilai mampu menjadi ruang kebersamaan sekaligus sarana memperkenalkan budaya pesisir kepada generasi muda.
“Ke depan kami ingin kegiatan seperti ini terus berkembang. Selain mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, kegiatan ini juga dapat menjadi media pelestarian kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Paser,” tuturnya.
Melalui kegiatan bertajuk dari Sungai untuk Negeri, Polres Paser menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah perairan, tetapi juga mendukung pelestarian budaya yang menjadi identitas masyarakat pesisir.(Jay)
- Penulis: Editor






Saat ini belum ada komentar