Jagung Babulu Dipanen Serentak, Sinergi Petani dan Aparat Didorong Jaga Ketahanan Pangan
- calendar_month Senin, 18 Mei 2026
- print Cetak

Foto: kelompok tani, pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi pertanian. saat Panen raya kuartal II tahun 2026. (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PPU, kaltimupdatenews.com-Upaya memperkuat ketahanan pangan daerah terus dilakukan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Salah satunya melalui panen raya jagung kuartal II tahun 2026 di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, yang melibatkan petani, pemerintah daerah, hingga unsur TNI dan Polri.
Panen serentak yang berlangsung pada Minggu (17/5/2026) tersebut tidak hanya menjadi momentum memetik hasil pertanian, tetapi juga bagian dari penguatan cadangan pangan melalui penyerapan hasil panen oleh Bulog. Sejumlah jagung hasil panen dipilah sebelum diserahkan secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap stabilitas pasokan pangan daerah.
Kegiatan dipusatkan di Balai Benih Desa Gunung Mulia dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten PPU. Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, tampak ikut turun ke lahan bersama petani untuk memanen sekaligus meninjau proses pengelolaan hasil panen.
Di sela kegiatan, peserta panen juga mengikuti secara virtual agenda nasional berupa groundbreaking gudang ketahanan pangan Polri dan peluncuran operasional SPPG Polri yang dipimpin Presiden Republik Indonesia.
Polri dalam kesempatan tersebut turut mengenalkan berbagai sarana pendukung modernisasi pertanian, mulai dari mesin pengering jagung, kendaraan pemipil jagung, hingga pupuk Presisi yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara mengatakan, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan panen raya merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung kesejahteraan petani.
“Sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat harus terus diperkuat agar hasil pertanian bisa terserap dengan baik dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi yang terjalin selama ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Ketahanan pangan tidak bisa dibangun sendiri, tetapi membutuhkan kerja bersama agar pasokan tetap terjaga dan petani memperoleh manfaat dari hasil usahanya,” katanya.(*rbn/jay)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar