Efisiensi Anggaran, Program Jemput Bola KTP-el Belum Menjangkau Semua Sekolah di Paser
- calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
- print Cetak

Foto: Kepala Disdukcapil Kabupaten Paser, M. Isnaini Yanuardi (Jay)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Program jemput bola perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bagi pelajar di Kabupaten Paser tahun ini tidak dapat berjalan maksimal. Keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi belanja daerah membuat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Paser hanya mampu melaksanakan pelayanan di satu sekolah.
Pelayanan tersebut telah dilaksanakan di Madrasah Aliyah (MA) kawasan Tanah Periuk. Sementara sekolah-sekolah lain yang sebelumnya menjadi sasaran program belum dapat dijangkau karena terbatasnya dukungan anggaran.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Paser, M. Isnaini Yanuardi, mengatakan kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari penyesuaian anggaran yang dilakukan pemerintah daerah pada tahun ini.
“Anggaran yang kami miliki saat ini sangat terbatas. Karena itu, pelaksanaan program jemput bola baru bisa dilakukan di satu sekolah,” kata Isnaini, Senin (6/7/2026)
Menurutnya, Disdukcapil tetap berupaya memaksimalkan anggaran yang masih tersedia.
Apabila pada pertengahan hingga akhir tahun terdapat sisa anggaran yang dapat dimanfaatkan, kegiatan jemput bola akan kembali dilaksanakan di sekolah-sekolah yang belum mendapatkan pelayanan.
“Kalau nantinya ada sisa anggaran, tentu akan kami prioritaskan untuk melanjutkan perekaman di sekolah-sekolah lainnya,” ujarnya.
Isnaini menjelaskan, program jemput bola selama ini menjadi salah satu upaya Disdukcapil mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada pelajar yang telah berusia 17 tahun atau telah memenuhi syarat memiliki KTP-el. Melalui layanan tersebut, petugas mendatangi sekolah untuk melakukan perekaman biometrik sehingga siswa tidak perlu datang ke kantor Disdukcapil.
Meski cakupan program berkurang, pelayanan perekaman KTP-el bagi masyarakat tetap berlangsung melalui layanan reguler di kantor Disdukcapil. Pelajar yang belum memperoleh kesempatan mengikuti perekaman di sekolah masih dapat mengurusnya secara langsung pada jam pelayanan.
Disdukcapil berharap dukungan anggaran pada sisa tahun berjalan memungkinkan program jemput bola kembali diperluas. Langkah itu dinilai penting untuk meningkatkan cakupan kepemilikan KTP-el di kalangan pelajar sekaligus mempermudah mereka memperoleh dokumen kependudukan tanpa mengganggu kegiatan belajar.(Jay)
- Penulis: Editor






Saat ini belum ada komentar