Dua Wakil Paser Berbagi Praktik Baik Pelayanan Kesehatan di Forum Nasional Leimena Conference
- calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
- print Cetak

Foto: Pembicara asal Kabupaten Paser dalam penyelenggaraan Leimena Conference 2026 di Ballroom Badan Riset dan Inovasi Nasional, Jakarta (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, kaltimupdatenews.com-Kabupaten Paser mencuri perhatian dalam penyelenggaraan Leimena Conference 2026 di Ballroom Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta. Dalam forum nasional yang mempertemukan para pakar dan pemangku kepentingan di bidang pelayanan kesehatan primer itu, dua putra-putri Paser tampil sebagai narasumber dengan membawakan materi berbeda mengenai penguatan layanan kesehatan.
Pembicara pertama adalah Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Puskesmas Seluruh Indonesia (DPP APKESMI), Kusnadi, SKM., M.Kes. Dalam paparannya, ia mengulas pentingnya membangun jejaring antarpuskesmas di seluruh Indonesia sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer.
Menurut Kusnadi, puskesmas harus mampu menjalankan fungsi sebagai gatekeeper dalam sistem pelayanan kesehatan sehingga persoalan kesehatan masyarakat dapat diselesaikan sejak di tingkat pelayanan primer.
“Jika puskesmas kuat, maka sebagian besar persoalan kesehatan masyarakat dapat diselesaikan di puskesmas. Peran promotif dan preventif harus terus diperkuat karena mencegah jauh lebih baik daripada mengobati,” ujarnya, Minggu (2/8/2026).
Ia menambahkan, pemerataan kualitas pelayanan hingga ke wilayah terpencil menjadi tantangan yang harus dijawab bersama mengingat puskesmas merupakan fasilitas kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat.
Pada sesi berikutnya, Kepala Puskesmas Senaken, Kecamatan Tanah Grogot, dr. Riska Ulfah, mempresentasikan inovasi pelayanan kesehatan lansia berbasis digital bertajuk SI KAI yang dikembangkan bersama Tim Inovasi Puskesmas Senaken.
Melalui inovasi tersebut, kunjungan lansia meningkat dari 48 persen menjadi 67 persen. Selain itu, seluruh data kesehatan lansia kini terdigitalisasi, waktu tunggu pelayanan berkurang dari 45 menit menjadi 20 menit, dan tingkat kepatuhan minum obat juga mengalami peningkatan.
Keberhasilan tersebut mengantarkan SI KAI meraih penghargaan kategori Utama pada Jambore Puskesmas Nasional di Yogyakarta pada akhir 2025. Penghargaan inovasi puskesmas terdiri atas empat kategori, yakni Dasar, Madya, Utama, dan Paripurna. Dengan demikian, inovasi Puskesmas Senaken telah menembus satu tingkat di bawah kategori tertinggi.
Paparan dr. Riska mendapat apresiasi dari Guru Besar dan pakar kebijakan kesehatan, Prof. dr. Ascobat Gani, MPH., Dr.PH. Menurutnya, inovasi digital yang dikembangkan Puskesmas Senaken merupakan contoh nyata transformasi pelayanan kesehatan primer.
“Sebagai orang yang pernah bekerja dan menjadi Kepala Puskesmas, saya mengapresiasi inovasi yang dibuat Puskesmas Senaken untuk meningkatkan pelayanan kesehatan lansia. Ini merupakan langkah yang luar biasa,” kata Ascobat Gani.
Ia menilai beban kerja puskesmas saat ini semakin kompleks sehingga pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan untuk mendukung efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
Leimena Conference merupakan forum yang digagas Kementerian Kesehatan RI bersama PHC Consortium sebagai ruang berbagi pengalaman, inovasi, dan kebijakan dalam penguatan Primary Health Care. Kegiatan ini diikuti pakar kesehatan, perwakilan WHO, organisasi profesi, mitra pembangunan, pemerintah daerah, dinas kesehatan, puskesmas, kader Posyandu, hingga pegiat kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia.
Tampilnya Kusnadi dan dr. Riska Ulfah sebagai pembicara dalam forum tersebut menjadi bukti bahwa sumber daya manusia dan inovasi pelayanan kesehatan dari Kabupaten Paser mampu memperoleh pengakuan di tingkat nasional serta menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer.(Jay)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar