Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » Rencana Pengangkatan SPPG Jadi PPPK Disorot DPRD Kaltim, Potensi Timbulkan Kecemburuan Honorer

Rencana Pengangkatan SPPG Jadi PPPK Disorot DPRD Kaltim, Potensi Timbulkan Kecemburuan Honorer

  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALTIM, Kaltimupdatenews.com-Rencana pemerintah untuk mengangkat tenaga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Februari 2026 mendatang mendapat sorotan serius dari DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Anggota legislatif menilai kebijakan ini berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan tenaga honorer lintas sektor yang telah lama mengabdi.

Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima data resmi terkait jumlah tenaga SPPG yang akan diangkat maupun mekanisme pengangkatannya. Padahal, aspirasi dan keluhan dari tenaga honorer yang telah lama mengabdi terus berdatangan.

“Ironisnya, data lengkapnya belum kami terima, tapi aspirasi dan keluhan dari honorer terus mengalir ke DPRD. Mereka merasa tidak dihargai meski sudah bertahun-tahun mengabdi,” ujar Salehuddin, Sabtu (31/1/2026).

Secara regulasi, pengangkatan tenaga SPPG dimungkinkan melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, Salehuddin menekankan bahwa aturan tidak boleh mengabaikan prinsip keadilan sosial.

Menurutnya, fenomena jalur cepat bagi tenaga SPPG yang relatif baru, sementara ribuan honorer senior masih menunggu kepastian formasi, berpotensi memunculkan rasa ketidakadilan. “Ketika yang baru masuk diprioritaskan ketimbang yang sudah mengabdi lebih dari lima tahun, tentu muncul kecemburuan sosial. Pemerintah harus memikirkan langkah antisipatif,” kata Salehuddin.

Selain soal status kepegawaian, DPRD juga menyoroti kesenjangan penghasilan yang dinilai sangat signifikan. Salehuddin membandingkan kondisi guru honorer dengan tenaga SPPG yang baru diangkat.

“Masih ada guru honorer yang digaji Rp500 ribu per bulan, sementara di SPPG ada yang menerima hingga Rp3 juta. Ini jelas menciptakan ketidakadilan dan ironi besar dalam penataan ASN kita,” ujarnya.

Kondisi tersebut juga memunculkan keresahan di kalangan tenaga pendidikan dan kesehatan yang telah lama mengabdi. Sejumlah honorer menyampaikan kekecewaannya kepada DPRD, menuntut kejelasan status dan kepastian pengangkatan.

“Kami ingin dihargai atas pengabdian bertahun-tahun. Jangan sampai tenaga baru lebih diprioritaskan tanpa mempertimbangkan senioritas,” ungkap seorang guru honorer yang enggan disebut namanya.

Menanggapi potensi masalah ini, Komisi I DPRD Kaltim berencana memanggil Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), serta pengelola SPPG untuk meminta klarifikasi. Pemanggilan ini bertujuan memastikan proses rekrutmen berjalan transparan dan tidak merugikan tenaga honorer yang telah lama berbakti.

“Kami ingin memastikan mekanisme pengangkatan ini tidak menabrak aturan dan tetap menghargai masa pengabdian tenaga honorer lainnya. Prosesnya harus jelas, transparan, dan adil,” tegas Salehuddin.

DPRD Kaltim juga menekankan pentingnya sosialisasi yang terbuka kepada publik, terutama tenaga honorer, agar tidak muncul salah paham atau kecemburuan sosial. Kebijakan pengangkatan PPPK bagi SPPG, kata Salehuddin, harus berjalan selaras dengan prinsip keadilan dan penghargaan terhadap pengabdian.

Jika tidak ditangani secara hati-hati, ia menambahkan, kebijakan ini berisiko memunculkan konflik sosial di lingkungan pendidikan dan kesehatan, sekaligus menurunkan semangat kerja honorer yang telah lama mengabdi.(*RBN)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krisis BBM Subsidi, Pemprov Kaltim Kejar Pasokan Tambahan

    Krisis BBM Subsidi, Pemprov Kaltim Kejar Pasokan Tambahan

    • 0Komentar

    SAMARINDA, Kaltimupdatenews.com-Aktivitas transportasi sungai di sejumlah wilayah pedalaman Kalimantan Timur terganggu serius. Sedikitnya 28 kapal angkutan barang dan penumpang yang melayani jalur Kutai Kartanegara, Kutai Barat, hingga Mahakam Ulu berhenti beroperasi dalam beberapa hari terakhir akibat tidak tersedianya bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kapal-kapal tersebut selama ini menjadi tulang punggung distribusi logistik dan mobilitas masyarakat […]

  • Perselisihan di Warung Berujung Maut, Pria di Desa Riwang Tewas Ditikam

    Perselisihan di Warung Berujung Maut, Pria di Desa Riwang Tewas Ditikam

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Dugaan tindak penganiayaan yang berujung maut terjadi di Dusun Lawas, Desa Riwang, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser. Seorang pria berinisial A.M. (46) meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk, sementara aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan pria yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Senin (18/5/2026) dan langsung ditangani personel Polsek Batu […]

  • Polairud Polres Paser Bersih-Bersih Pelabuhan, Warga Diajak Jaga Lingkungan 1.49h Play Button

    Polairud Polres Paser Bersih-Bersih Pelabuhan, Warga Diajak Jaga Lingkungan

    • 0Komentar

    TANA PASER, KaltimUpdateNews.com-Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Paser menggelar aksi bersih-bersih di Pelabuhan Kelas II Tana Paser, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Asri, Sehat, Resik, Indah (ASRI) yang digalakkan pemerintah. Sekitar 200 peserta ikut serta dalam kegiatan tersebut, termasuk personel Polres Paser, anggota TNI AL, kepala desa, dan warga […]

  • Pendapatan Daerah Menyusut, Kukar Siapkan Skema Kolaboratif Jaga Pembangunan

    Pendapatan Daerah Menyusut, Kukar Siapkan Skema Kolaboratif Jaga Pembangunan

    • 0Komentar

    KUKAR-Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menghadapi tekanan fiskal serius menyusul tren penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah menyusun strategi alternatif agar pembangunan tetap berjalan berkelanjutan. Data keuangan daerah menunjukkan penurunan tajam APBD Kukar dari Rp14,3 triliun pada 2024 menjadi Rp11,1 triliun di 2025, lalu kembali turun […]

  • Keluhan Warga Picu Penertiban, Dua Karaoke di Tanjung Harapan Tutup Operasional

    Keluhan Warga Picu Penertiban, Dua Karaoke di Tanjung Harapan Tutup Operasional

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Aktivitas dua tempat karaoke di Kecamatan Tanjung Harapan dihentikan aparat gabungan setelah muncul keluhan warga yang merasa terganggu dengan keberadaan tempat hiburan malam tersebut. Penutupan dilakukan dalam patroli bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dan kepolisian guna menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan. Kapolsek Tanjung Harapan, IPDA Arif Hadi Saputra, menjelaskan bahwa langkah penertiban […]

  • Remaja Dominasi Balap Liar di Jalur 2 Tenggarong–Samarinda, Polisi Ingatkan Peran Orangtua

    Remaja Dominasi Balap Liar di Jalur 2 Tenggarong–Samarinda, Polisi Ingatkan Peran Orangtua

    • 0Komentar

    KUKAR- Kepolisian menyoroti kembali maraknya aksi balap liar di Jalur 2 poros Tenggarong–Samarinda yang dinilai semakin meresahkan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Aktivitas tersebut didominasi oleh kalangan remaja dan kerap terjadi pada malam hingga akhir pekan. Kasatlantas Polres Kutai Kartanegara, Ahmad Fandoli, mengungkapkan bahwa jalur tersebut telah lama menjadi titik rawan akibat tingginya kecepatan […]

expand_less