Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » Paser » Fraksi PKB Soroti Penurunan Pendapatan Daerah dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD Paser 2025

Fraksi PKB Soroti Penurunan Pendapatan Daerah dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD Paser 2025

  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Paser memberikan sejumlah catatan strategis terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Paser Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Paser, diruang rapat paripurna DPRD Paser, Kamis (25/6/2026)

Anggota Fraksi PKB DPRD Paser, Edwin Santoso, mengatakan pihaknya mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas fiskal di tengah tantangan ekonomi dan dinamika kebijakan fiskal nasional. Namun demikian, Fraksi PKB menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian, terutama terkait kinerja pendapatan daerah.

“Fraksi PKB mengapresiasi kerja pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penerimaan daerah. Namun, evaluasi tidak hanya melihat tingkat realisasi terhadap target, tetapi juga kualitas sumber pendapatan, keberlanjutan penerimaan, serta efektivitas strategi pengelolaannya,” ujar Edwin saat menyampaikan pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Paser.

Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah, realisasi pendapatan daerah Tahun Anggaran 2025 mencapai sekitar Rp3,94 triliun atau 90,38 persen dari target sebesar Rp4,36 triliun. Meski capaian tersebut tergolong tinggi, Fraksi PKB mencatat adanya penurunan pendapatan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,82 triliun.

“Jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2024, terjadi penurunan pendapatan sekitar Rp881,98 miliar atau 18,27 persen. Kondisi ini harus menjadi bahan evaluasi bersama agar pemerintah daerah dapat memperkuat sumber-sumber pendapatan yang berkelanjutan,” katanya.

Terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD), Fraksi PKB menilai peningkatan PAD harus menjadi prioritas sebagai indikator kemandirian fiskal daerah. Pemerintah Kabupaten Paser didorong untuk terus melakukan inovasi dalam menggali potensi penerimaan daerah melalui optimalisasi pajak dan retribusi daerah, peningkatan pengelolaan aset daerah, serta pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pemungutan.

Lebih lanjut, peningkatan PAD tidak boleh hanya berorientasi pada penambahan beban masyarakat, tetapi harus dilakukan melalui perluasan basis pajak dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Yang terpenting adalah bagaimana pemerintah dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui pelayanan yang lebih baik dan sistem yang lebih modern, sehingga potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa membebani masyarakat,” tegasnya.

Selain PAD, Fraksi PKB juga menyoroti tingginya ketergantungan Kabupaten Paser terhadap pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Realisasi pendapatan transfer pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp3,47 triliun atau 88,36 persen dari target Rp3,93 triliun.

Fraksi PKB meminta pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat agar dana transfer yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran. Dana tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

“Kami mengingatkan bahwa ketergantungan yang tinggi terhadap dana transfer perlu menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah harus memiliki strategi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah agar tidak terlalu bergantung pada kebijakan transfer pemerintah pusat,” ujar Edwin.

Sementara itu, terhadap komponen lain-lain pendapatan daerah yang sah, Fraksi PKB meminta pemerintah daerah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaannya. Setiap sumber penerimaan harus memiliki dasar hukum yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski memberikan sejumlah catatan dan masukan, Fraksi PKB pada prinsipnya menyatakan persetujuan agar Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Paser Tahun Anggaran 2025 dapat dilanjutkan ke tahap pembahasan berikutnya.

“Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa mendukung agar pembahasan Raperda ini dapat dilanjutkan, dengan harapan seluruh catatan dan rekomendasi yang disampaikan menjadi perhatian pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah ke depan,” pungkasnya. (Jay)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Obat Keras Yorindo Gagal Edar di Paser, Seorang Pemuda Diamankan

    Ribuan Obat Keras Yorindo Gagal Edar di Paser, Seorang Pemuda Diamankan

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Aparat kepolisian menggagalkan peredaran ribuan obat keras ilegal di wilayah Kabupaten Paser. Dalam operasi yang digelar Satuan Reserse Narkoba Polres Paser, seorang pemuda berhasil diamankan bersama barang bukti dalam jumlah besar. Penindakan tersebut berlangsung pada Kamis (30/4/2026) di Jalan Kapten Piere Tendean, Kecamatan Tanah Grogot. Petugas mengamankan pria berinisial NH (21), warga Muara […]

  • Semangat Muharram, IKKMP dan Kesultanan Paser Perkuat Persaudaraan Antaretnis

    Semangat Muharram, IKKMP dan Kesultanan Paser Perkuat Persaudaraan Antaretnis

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Momentum masih dalam suasana awal tahun baru Islam 1 Muharram dimanfaatkan Ikatan Kerukunan Keluarga Madura Kabupaten Paser (IKKMP) untuk mempererat hubungan persaudaraan dengan Kesultanan Paser. Melalui silaturahmi yang berlangsung di kediaman Sultan Paser, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Minggu (5/7/2026), kedua belah pihak menegaskan komitmen menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan membangun Kabupaten Paser […]

  • Antusiasme Tinggi, Kideco Run 2026 Berpeluang Tambah Kuota Peserta

    Antusiasme Tinggi, Kideco Run 2026 Berpeluang Tambah Kuota Peserta

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Minat masyarakat mengikuti Kideco Run 2026 melampaui ekspektasi panitia. Bahkan, lebih dari dua bulan sebelum pelaksanaan, ribuan peserta telah mengamankan tempat sehingga penyelenggara mempertimbangkan penambahan kuota dari target awal 4.000 peserta. Rencana penyelenggaraan ajang lari tahunan tersebut mulai dimatangkan melalui rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Sadurengas, Kantor Bupati Paser, Selasa (30/6/2026) […]

  • Pendayung Paser Buktikan Daya Saing di Kelas Baru SUP Race

    Pendayung Paser Buktikan Daya Saing di Kelas Baru SUP Race

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Debut atlet Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Paser di nomor Stand Up Paddle (SUP) Race langsung membuahkan hasil manis. Tampil pada Festival Beras Basah di Kota Bontang, 27–28 Juni 2026, kontingen Bumi Daya Taka sukses membawa pulang satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu meski hanya menurunkan empat atlet. Medali […]

  • TMMD Ke-129 Dorong Pembangunan Desa Biu, Buka Akses Jalan hingga Tingkatkan Kesejahteraan Warga

    TMMD Ke-129 Dorong Pembangunan Desa Biu, Buka Akses Jalan hingga Tingkatkan Kesejahteraan Warga

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Upaya mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan kembali diwujudkan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun 2026. Desa Biu, Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser, menjadi lokasi pelaksanaan program terpadu yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Program yang digelar Kodim 0904/Paser itu resmi […]

  • Hak Angket Dinilai Rumit, DPRD Kaltim Diminta Lebih Responsif

    Hak Angket Dinilai Rumit, DPRD Kaltim Diminta Lebih Responsif

    • 0Komentar

    KALTIM, kaltimupdatenews.com-Wacana penggunaan hak angket mencuat dalam Rapat Paripurna ke-8 DPRD Kalimantan Timur, Senin (4/5/2026), seiring desakan publik pasca aksi massa 21 April. Namun, pimpinan dewan menilai mekanisme tersebut tidak mudah direalisasikan. Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menegaskan bahwa hak angket merupakan instrumen pengawasan yang membutuhkan proses panjang dan berlapis secara hukum maupun administratif. […]

expand_less