Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » Pengalihan 49 Ribu Peserta BPJS Picu Polemik, Pemkot Samarinda Angkat Suara

Pengalihan 49 Ribu Peserta BPJS Picu Polemik, Pemkot Samarinda Angkat Suara

  • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAMARINDA, kaltimupdatenews.com -Polemik pengalihan puluhan ribu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencuat di Kalimantan Timur. Pemerintah Kota Samarinda secara tegas menolak kebijakan Pemerintah Provinsi yang menghentikan pembiayaan iuran BPJS Kesehatan bagi 49.742 warga tidak mampu di kota tersebut.

Kebijakan itu tertuang dalam surat Pemprov Kaltim tertanggal 5 April 2026 yang mengatur pengembalian kepesertaan BPJS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kepada pemerintah kabupaten/kota. Selain Samarinda, kebijakan serupa juga berdampak pada Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Berau.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menilai langkah tersebut tidak mempertimbangkan kondisi keuangan daerah dan berisiko langsung terhadap masyarakat miskin.
“Situasi ini jelas memberatkan daerah. Dalam kondisi anggaran yang sudah berjalan, tiba-tiba muncul kewajiban baru yang nilainya sangat besar,” kata Andi Harun, Jumat (10/4/2026).

Ia menekankan bahwa peserta yang kini dialihkan sebelumnya justru ditetapkan oleh pemerintah provinsi, sehingga tidak logis jika tanggung jawabnya dilepas begitu saja.

“Dari awal ini merupakan kebijakan provinsi, bukan inisiatif kota. Karena itu, tidak tepat jika sekarang bebannya dialihkan sepenuhnya ke kami,” tegasnya.

Menurut Andi Harun, istilah redistribusi yang digunakan dalam kebijakan tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
“Kalau dicermati, ini lebih menyerupai pemindahan kewajiban pembiayaan, bukan sekadar penataan ulang data peserta,” katanya.

Pemkot Samarinda juga menyoroti potensi dampak sosial dari kebijakan itu, terutama terhadap akses layanan kesehatan masyarakat tidak mampu.

“Yang kami khawatirkan adalah masyarakat yang selama ini terjamin tiba-tiba kehilangan perlindungan. Itu konsekuensi yang tidak bisa dianggap ringan,” ujarnya.

Selain substansi kebijakan, Pemkot menilai proses pengambilan keputusan juga bermasalah karena tidak melalui koordinasi yang memadai.

“Kebijakan sebesar ini semestinya dibahas bersama. Daerah perlu dilibatkan, bukan hanya menerima keputusan yang sudah jadi,” kata Andi Harun.

Ia juga mengingatkan bahwa pengalihan tanggung jawab tanpa dukungan anggaran berpotensi menyalahi prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

“Penugasan tanpa dukungan pembiayaan itu berisiko menimbulkan masalah baru, baik dari sisi fiskal maupun pelayanan publik,” tambahnya.

Atas dasar itu, Pemkot Samarinda secara resmi menyampaikan penolakan dan meminta agar kebijakan tersebut ditinjau kembali. Pemerintah kota juga mendorong adanya pembahasan bersama untuk mencari solusi yang dinilai lebih adil dan berkelanjutan.(*rbn)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Residivis Jambret Diciduk, Polisi Kembangkan Pengakuan Aksi di Empat TKP

    Residivis Jambret Diciduk, Polisi Kembangkan Pengakuan Aksi di Empat TKP

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Setelah sempat meresahkan masyarakat, pelaku penjambretan yang beraksi di wilayah Kecamatan Tanah Grogot akhirnya berhasil diringkus Tim Jatanras Satreskrim Polres Paser. Tersangka berinisial TH (30), yang diketahui merupakan residivis, tidak hanya mengakui aksi penjambretan terhadap seorang perempuan, tetapi juga mengaku pernah melakukan kejahatan serupa di empat lokasi lainnya. Kasat Reskrim Polres Paser AKP […]

  • Mahulu Kembali Ditabrak Tongkang, Arus Truk Dialihkan

    Mahulu Kembali Ditabrak Tongkang, Arus Truk Dialihkan

    • 0Komentar

    SAMARINDA, Kaltimupdatenews.com-Arus kendaraan berat di Kota Samarinda mengalami perubahan besar menyusul penutupan Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu). Mulai Kamis (29/1/2026), truk dan kendaraan bermuatan besar tidak lagi diperkenankan melintas di jembatan tersebut dan dialihkan sepenuhnya ke Jembatan Mahakam IV dengan pengaturan waktu khusus. Kebijakan ini diambil setelah Jembatan Mahulu kembali ditabrak tongkang untuk ketiga kalinya. Insiden […]

  • Rapat Kerja Jadi Penentu Arah Politik PKB Paser Menuju 2029

    Rapat Kerja Jadi Penentu Arah Politik PKB Paser Menuju 2029

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Paser memilih memperkuat fondasi organisasi sebelum membahas strategi menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi kepengurusan dinilai menjadi langkah utama agar mesin partai siap menghadapi kontestasi politik lima tahun mendatang. Sekretaris DPC PKB Kabupaten Paser, Zulfikar Yusliskatin, mewakili Ketua DPC PKB Paser, dr. Fahmi Fadli mengatakan, hingga […]

  • Keluhan Warga Picu Penertiban, Dua Karaoke di Tanjung Harapan Tutup Operasional

    Keluhan Warga Picu Penertiban, Dua Karaoke di Tanjung Harapan Tutup Operasional

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Aktivitas dua tempat karaoke di Kecamatan Tanjung Harapan dihentikan aparat gabungan setelah muncul keluhan warga yang merasa terganggu dengan keberadaan tempat hiburan malam tersebut. Penutupan dilakukan dalam patroli bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dan kepolisian guna menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan. Kapolsek Tanjung Harapan, IPDA Arif Hadi Saputra, menjelaskan bahwa langkah penertiban […]

  • Desa Jone Mulai Wujudkan Koperasi Merah Putih, Pusat Ekonomi Baru Warga

    Desa Jone Mulai Wujudkan Koperasi Merah Putih, Pusat Ekonomi Baru Warga

    • 0Komentar

    TANA PASER, Kaltimupdatenews.com – Pemerintah Desa Jone, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, mulai melaksanakan pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari dukungan terhadap program strategis nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia. Hingga kini, proses pembangunan berjalan lancar dan sesuai rencana. Kepala Desa Jone, Rawi, menjelaskan bahwa KDMP merupakan salah satu program prioritas […]

  • Keracunan Puding di Waru, Wabup PPU Perintahkan Evaluasi Total Dapur MBG

    Keracunan Puding di Waru, Wabup PPU Perintahkan Evaluasi Total Dapur MBG

    • 0Komentar

    PPU, kaltimupdatenews.com – Insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Waru memicu reaksi keras dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang kesehatan siswa kini tengah berada di bawah evaluasi besar-besaran. Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia […]

expand_less