Warga Sepaku Ditemukan Tewas di Sungai, Diduga Diserang Buaya
- calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
- print Cetak

Foto : ilustrasi korban diduga di terkam buaya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PPU, kaltimupdatenews.com -Seorang warga lanjut usia yang sempat dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai dekat area kebunnya. Korban diduga menjadi korban serangan buaya saat beraktivitas seorang diri.
Korban diketahui bernama Jikram (65), warga Kabupaten Penajam Paser Utara. Ia sebelumnya pergi ke kebun pada Sabtu pagi untuk melakukan kegiatan deres karet, namun hingga sore hari tidak kembali ke rumah. Kekhawatiran keluarga pun memicu pencarian yang melibatkan warga setempat.
Upaya pencarian yang dilakukan sejak Sabtu akhirnya membuahkan hasil keesokan harinya, Minggu (5/4/2026). Tim gabungan menemukan korban dalam keadaan mengapung di sungai yang berada tak jauh dari pondok kebunnya.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, menjelaskan bahwa kondisi tubuh korban menunjukkan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada serangan satwa liar.
“Dari hasil pengamatan di lapangan, terdapat luka pada bagian leher dan lengan korban yang kuat dugaan akibat serangan buaya,” ungkapnya, Senin (6/4/2026).
Sebelum menemukan jasad korban, tim pencari lebih dulu menemukan sejumlah barang pribadi milik Jikram di pondok kebun, seperti ponsel, rokok, dan topi. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa peristiwa terjadi di sekitar lokasi kebun, khususnya di area dekat aliran sungai.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, kepolisian, serta masyarakat melakukan penyisiran intensif di darat dan sepanjang sungai hingga korban berhasil ditemukan.
Peristiwa ini kembali mengingatkan warga akan potensi bahaya satwa liar di wilayah tersebut. Nurlaila mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai yang merupakan habitat alami buaya.
“Kami mengimbau warga untuk selalu berhati-hati dan tidak beraktivitas sendirian di sekitar sungai, demi menghindari kejadian serupa,” tegasnya.(rbn)
- Penulis: Fendialvaro


Saat ini belum ada komentar