Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » Samarinda » Ratusan Massa GERAM Kepung DPRD Kaltim, Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD

Ratusan Massa GERAM Kepung DPRD Kaltim, Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD

  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAMARINDA, kaltimupdatenews.com – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (29/1/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penolakan terhadap wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dinilai berpotensi mengembalikan demokrasi ke arah sentralistik.

Sejak siang hari sekitar pukul 13.00 WITA, massa mulai memadati kawasan Jalan Teuku Umar, Samarinda. Mereka datang dari berbagai elemen masyarakat dengan membawa mobil komando, pengeras suara, serta sejumlah spanduk dan poster berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah pusat dan DPR RI.

Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, para peserta aksi menyoroti rencana DPR RI yang mewacanakan perubahan mekanisme Pilkada dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi pemilihan melalui DPRD. Wacana tersebut dinilai bertentangan dengan semangat reformasi dan mencederai prinsip kedaulatan rakyat.

Koordinator Aksi GERAM, Muhammad Mahdi Mulia, menegaskan bahwa hak rakyat untuk memilih pemimpin daerah secara langsung merupakan hasil perjuangan panjang yang tidak boleh dikompromikan atas alasan efisiensi politik maupun anggaran.

“Pemilihan langsung adalah bentuk nyata kedaulatan rakyat. Jika kewenangan ini diambil alih DPRD, maka rakyat hanya akan menjadi penonton dalam proses demokrasi,” kata Mahdi menyampaikan orasi.

Mahdi menyampaikan sedikitnya delapan poin tuntutan yang ditujukan kepada DPRD Kaltim sebagai representasi lembaga legislatif di daerah. Salah satu tuntutan utama adalah penolakan terhadap pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada yang mengarah pada pemilihan kepala daerah oleh DPRD.

Selain isu demokrasi elektoral, GERAM juga mengangkat persoalan transparansi publik. Massa mendesak agar setiap perubahan regulasi strategis dilakukan secara terbuka, melibatkan partisipasi masyarakat sipil, serta tidak diputuskan secara sepihak oleh elite politik.

“Rakyat harus dilibatkan sejak awal, bukan hanya diberi tahu ketika keputusan sudah dibuat,” ujar salah seorang orator.

Isu lingkungan hidup dan hak masyarakat adat turut menjadi perhatian dalam aksi tersebut. Massa menuntut penghentian jalur transportasi batu bara di Sungai Mahakam yang dinilai merusak ekosistem sungai serta mengancam mata pencaharian masyarakat pesisir sungai.

Tak hanya itu, GERAM juga mendesak percepatan pengesahan regulasi yang berpihak pada masyarakat adat. Mereka menilai hingga kini masih banyak wilayah adat yang terancam akibat ekspansi industri ekstraktif tanpa perlindungan hukum yang memadai.

“Salah satu tuntutan kami adalah percepatan pengesahan RUU yang melindungi masyarakat adat agar tidak terus menjadi korban perampasan wilayah dan aset,” tegas Mahdi.

Dalam tuntutan lainnya, massa meminta DPRD melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program “Gratis Poll” yang dinilai belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. GERAM menilai program tersebut perlu dikaji ulang agar benar-benar menjawab kebutuhan publik.

Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan dari kepolisian dan unsur pengamanan lainnya. Hingga sore hari, massa aksi masih bertahan di depan Gedung DPRD Kaltim sembari menunggu respons resmi dari perwakilan legislatif.

GERAM menegaskan bahwa aksi tersebut bukan yang terakhir. Aliansi menyatakan komitmennya untuk terus mengawal isu perubahan sistem Pilkada, persoalan lingkungan, serta perlindungan hak masyarakat adat hingga terdapat sikap dan langkah nyata dari para pemangku kebijakan.

“Jika suara rakyat diabaikan, kami akan kembali turun ke jalan,” pungkas Mahdi.(*LAN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapal Miring di Pelabuhan Semayang, Satu Penumpang Tewas Tertindih Truk

    Kapal Miring di Pelabuhan Semayang, Satu Penumpang Tewas Tertindih Truk

    • 0Komentar

    BALIKPAPAN, kaltimupdatenews.com – Insiden kapal miring terjadi saat KM Dharma Kartika IX bersandar di Pelabuhan Semayang, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (27/1/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah kendaraan di dalam kapal bergeser dan menimpa penumpang, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Tim Search and Rescue (SAR) Kota Balikpapan bergerak cepat setelah menerima […]

  • Bolos Sekolah, Sejumlah Pelajar di Tanah Grogot Terjaring Satpol PP Paser

    Bolos Sekolah, Sejumlah Pelajar di Tanah Grogot Terjaring Satpol PP Paser

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Puluhan pelajar di Kecamatan Tanah Grogot terjaring Satpol PP Paser saat kedapatan bolos sekolah. Mereka ditemukan nongkrong di warung kopi saat jam pelajaran masih berlangsung, masih mengenakan seragam sekolah. Kepala Satpol PP Kabupaten Paser, M. Guntur, mengatakan penindakan ini merupakan bagian dari program rutin patroli yang bertujuan menegakkan Peraturan Daerah sekaligus mencegah pelajar […]

  • Tambang Ilegal Kembali Beroperasi, 3.000 Ton Batu Bara Ditemukan di Konsesi PT Bramasta Sakti

    Tambang Ilegal Kembali Beroperasi, 3.000 Ton Batu Bara Ditemukan di Konsesi PT Bramasta Sakti

    • 0Komentar

    KUKAR, Kaltimupdatenews.com-Aktivitas penambangan batu bara ilegal kembali ditemukan di dalam wilayah konsesi PT Bramasta Sakti di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Sekitar 3.000 ton batu bara ditemukan menumpuk di lahan perusahaan yang berada di Desa Jonggon Jaya dan Desa Margahayu. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa penambangan tanpa izin masih terus berlangsung […]

  • Tersangka Pengedar Sabu di Long Ikis Diciduk Tim Elang Satreskoba Polres Paser

    Tersangka Pengedar Sabu di Long Ikis Diciduk Tim Elang Satreskoba Polres Paser

    • 0Komentar

    TANA PASER, Kaltimupdatenews.com- Komitmen Polres Paser dalam memberantas peredaran narkotika kembali dibuktikan. Tim Elang Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Paser berhasil menangkap seorang pria berinisial H.U., 43 tahun, yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Long Ikis. Penangkapan dilakukan pada Selasa malam (20/1/2026) sekitar pukul 19.30 WITA, di sebuah rumah di Desa […]

  • Cegah Serangan Satwa Liar, Satpolairud Polres Paser Edukasi Warga Bantaran Sungai

    Cegah Serangan Satwa Liar, Satpolairud Polres Paser Edukasi Warga Bantaran Sungai

    • 0Komentar

    TANA PASER-KaltimUpdateNews-Maraknya kasus serangan satwa liar terhadap warga di Kabupaten Paser pada awal 2026 mendorong Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Paser meningkatkan langkah pencegahan. Salah satunya dilakukan melalui pendekatan langsung kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan perairan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Pondong, Kecamatan Kuaro, wilayah yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup sebagai […]

  • Pesta Miras Berujung Berdarah di Batu Engau, Pria 32 Tahun Disabet Parang

    Pesta Miras Berujung Berdarah di Batu Engau, Pria 32 Tahun Disabet Parang

    • 0Komentar

    TANA PASER – Peristiwa penganiayaan menggunakan senjata tajam terjadi di wilayah hukum Polsek Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Seorang pria berinisial A (32) mengalami sejumlah luka serius setelah diserang menggunakan parang oleh rekannya sendiri saat pesta minuman keras di sebuah pondok kebun. Insiden tersebut terjadi di sebuah pondok yang berada di belakang barak kebun […]

expand_less