Main Petasan Berujung Petaka, Puluhan Rumah di Muara Adang Ludes Terbakar
- calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
- print Cetak

Foto: Kebakaran Besar Sapu Permukiman Pesisir Muara Adang, Kerugian mencapai Rp9,65 Miliar (Lan/kaltimupdatenews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com- Kebakaran besar melanda permukiman warga di RT 003 Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Kamis (26/2/2026) sore sekitar pukul 16.30 Wita. Sedikitnya 34 rumah ludes terbakar, sementara 11 rumah lainnya terdampak akibat panas dan rambatan api. Total 45 bangunan tercatat mengalami kerusakan.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan Kepala Desa Muara Adang, Kurniansyah, kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Paser pada pukul 16.40 Wita. Regu 3 Damkar Sektor Long Ikis yang sedang bertugas langsung diberangkatkan menuju lokasi lima menit kemudian.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Paser, M. Lukman, mengungkapkan dugaan awal kebakaran berasal dari percikan petasan yang dimainkan anak-anak di sekitar kios BBM milik Arbi, Ketua RT 003 setempat.
“Dugaan sementara, percikan petasan menyambar bahan bakar di sekitar kios. Karena banyak material mudah terbakar dan bangunan berbahan kayu, api cepat membesar,” kata Lukman saat dikonfirmasi, Jumat (27/2/2026).
Kondisi rumah yang berdempetan serta akses gang sempit di kawasan pesisir membuat api dengan cepat merambat ke bangunan lain. Selain itu, jarak tempuh sekitar 32 kilometer dari pos Damkar ke lokasi kejadian turut menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan awal.

Petugas Damkar Sektor Long Ikis tiba di lokasi sekitar pukul 18.20 Wita dan langsung melakukan pemadaman bersama unsur TNI-Polri, PLN, relawan, serta masyarakat. Untuk memperkuat penanganan, Damkar mengerahkan dua unit armada dari Long Ikis, dibantu unit dari Sektor Long Kali dan Sektor Kuaro.
Sebanyak 13 personel Damkar terlibat dalam operasi tersebut. Petugas menggunakan tujuh roll selang 1,5 inci, empat roll selang 2,5 inci, empat nozzle, dua gancu, dan satu pompa portable. Sumber air diperoleh dari jaringan PDAM dan air laut di sekitar lokasi.
“Kendala utama adalah akses yang terbatas sehingga armada tidak bisa langsung mendekati titik api. Kami harus menarik selang cukup jauh untuk menjangkau lokasi,” jelas Lukman.
Upaya pemadaman difokuskan pada pelokalisiran api agar tidak meluas ke kawasan permukiman lainnya. Berkat kerja sama lintas instansi dan warga, kobaran api akhirnya dapat dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Dari pendataan sementara, kebakaran ini berdampak pada 57 kepala keluarga atau 173 jiwa. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp9,65 miliar.
Pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendataan lanjutan serta berkoordinasi untuk penanganan pascakebakaran, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan sumber api, khususnya di lingkungan padat penduduk.
“Pengawasan orang tua sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang. Sekecil apa pun sumber api bisa menimbulkan bencana besar,” tegas Lukman.(Lan)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar