Keracunan Massal MBG di Waru, Puding dari UMKM Luar Jadi Sorotan Utama
- calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
- print Cetak

Foto: PIC Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru, Yedy Kesuma (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PPU, kaltimupdatenews.com -Fakta baru terungkap dalam insiden keracunan massal yang menimpa 25 siswa di Kecamatan Waru pada Rabu (11/2/2026). Puding yang menjadi menu tambahan program Makan Bergizi Gratis (MBG) diketahui bukan berasal dari dapur utama, melainkan hasil pasokan pihak ketiga (UMKM).
PIC Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru, Yedy Kesuma, mengonfirmasi bahwa seluruh menu utama seperti nasi, sayur, dan tahu yang diolah langsung di dapur internal dalam kondisi aman. Masalah diduga kuat bersumber dari puding yang dipesan melalui UMKM mitra.
“Bukan hasil produksi dari dapur kami. Makanan tersebut (puding) kami order dari UMKM. Ini adalah kali pertama kami mencoba memberdayakan pelaku UMKM dalam program MBG,” kata Yedy.
Meski niat awalnya adalah pemberdayaan ekonomi lokal, insiden ini justru menjadi pukulan bagi operasional SPPG Waru yang baru berjalan sejak awal Februari 2026. Pihak SPPG mengeklaim telah melakukan penyaringan ketat terhadap UMKM mitra, termasuk memeriksa legalitas dan rekam jejak mereka.
Menariknya, UMKM pemasok puding tersebut juga diketahui menyuplai kebutuhan dapur MBG di wilayah lain. Adapun SPPG Waru menyiapkan 1.040 porsi setiap hari. Distribusi: 1.017 porsi disebar ke berbagai sekolah mulai TK hingga SMA Dimana 25 pelajar, masing-masing 24 siswa SDN 008 dan 1 siswa SMAN 2 jadi korban. Gejala medis muntah-muntah, pusing, sesak napas, serta sakit perut.
Analisis sementara dari pihak pengelola mengarah pada ketahanan pangan produk puding tersebut. “Dugaan sementara mungkin pada masa tenggang makanannya,” tambah Yedy.
Pihak SPPG Waru berkomitmen untuk segera melakukan rapat koordinasi internal guna mengevaluasi model kerja sama dengan pihak ketiga agar standar keamanan pangan tetap terjaga di angka 100 persen.(Sir)
- Penulis: editor



Saat ini belum ada komentar