Ekspor Tanjung Santan Kembali Bergeliat, 700 Tenaga Kerja Terserap
- calendar_month Senin, 10 Agt 2026
- print Cetak

Foto: Aktivitas perkapalan di Tanjung Santan, Kutai Kartanegara (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KUKAR, kaltimupdatenews.com-Aktivitas ekspor di Perairan Tanjung Santan, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali bergeliat setelah sempat meredup sejak pandemi Covid-19. Aktivitas bongkar muat di Terminal Khusus (Tersus) PT Prima Dermaga Perkasa kini menyerap sekitar 700 tenaga kerja.
Kepala KUPP Kelas III Tanjung Santan Abdul Wahid mengatakan aktivitas ekspor mulai kembali berjalan sejak pertengahan Januari 2026. Sebelumnya, kawasan tersebut masih melayani kegiatan kapal untuk kebutuhan domestik.
“Sekarang sudah mulai bangkit lagi. Aktivitas ekspor kembali berjalan,” kata Abdul Wahid, Senin (10/8/2026).
Meski demikian, Tersus PT Prima Dermaga Perkasa tetap berstatus Terminal Khusus. Fasilitas itu hanya melayani perusahaan yang telah memiliki kerja sama dengan pengelola.
Berdasarkan data KUPP, terdapat 10 perusahaan pertambangan batu bara di Kukar dan Kutai Barat yang telah bekerja sama dengan terminal tersebut.
Tanjung Santan bukan kawasan baru dalam perdagangan luar negeri. Abdul Wahid menyebut aktivitas pengapalan di kawasan tersebut telah berlangsung sejak 1973 dan berkembang seiring kegiatan migas serta pelayaran. Aktivitas kemudian menurun hingga berhenti pada masa pandemi. Kini, jalur perdagangan tersebut kembali bergerak.
Keberadaan layanan kepabeanan juga telah lama ada di Tanjung Santan. Berdasarkan Keputusan Dirjen Bea dan Cukai Nomor KEP-200/BC/2025, kawasan itu masih tercatat sebagai Kantor Bantu Pelayanan Bea dan Cukai dalam wilayah kerja KPPBC Samarinda.
Abdul Wahid mengatakan sekitar 700 tenaga kerja terlibat dalam kegiatan bongkar muat. Mereka antara lain berasal dari wilayah sekitar Marangkayu dan Muara Badak. Tokoh masyarakat pesisir Kukar Anwar mengatakan aktivitas TKBM membantu warga yang sebelumnya kehilangan pekerjaan.
“Yang sebelumnya kena PHK sekarang bisa bekerja lagi. Memang belum rutin, tapi sudah ada peluang,” ujarnya.
Kepala Desa Semangko Ansar K juga menilai aktivitas tersebut membuka peluang bagi pencari kerja. Masyarakat berharap geliat pelabuhan tidak hanya menguntungkan pekerja bongkar muat, tetapi ikut menggerakkan usaha lokal. Anwar berharap kebutuhan kapal seperti sayur, ikan, dan beras dapat dipenuhi dari masyarakat sekitar.
“Kalau kebutuhan kapal diambil dari warga sekitar, petani, nelayan, dan pedagang juga ikut merasakan dampaknya,” katanya.
Namun, dampak ekonomi tersebut belum dapat diukur secara kuantitatif karena belum tersedia data mengenai peningkatan pendapatan warga maupun omzet usaha lokal.
PT Prima Dermaga Perkasa sendiri telah melewati sejumlah tahapan perizinan. Pada Juli 2026, terminal memperoleh persetujuan sebagai Terminal Khusus yang terbuka bagi perdagangan luar negeri. Sepekan kemudian, kawasan tersebut ditetapkan sebagai kawasan pabean.
Kini, tantangannya adalah menjaga aktivitas tetap aman dan berkelanjutan sekaligus memastikan manfaat ekonominya dirasakan masyarakat. Bagi warga pesisir, kebangkitan Tanjung Santan bukan sekadar soal kapal yang kembali datang. Harapannya, geliat di laut juga ikut menghidupkan ekonomi di daratan.(*rbn/jay)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar