Cuaca Ekstrem Membayangi Kaltim, BPBD Berlakukan Siaga Bencana Sepanjang Tahun
- calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
- print Cetak

Memperketat pengawasan terhadap potensi bencana alam akibat faktor cuaca ekstrem yang membayangi Kaltim (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SAMARINDA, kaltimupdatenews.com-Ancaman bencana hidrometeorologi yang semakin kompleks mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah antisipatif. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemprov Kaltim menetapkan status siaga bencana meteorologi selama satu tahun penuh di seluruh wilayah provinsi.
Kebijakan tersebut menyusul kondisi cuaca yang kian tidak menentu, ditandai dengan intensitas hujan tinggi yang berpotensi memicu banjir dan longsor, sekaligus periode panas ekstrem yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Kaltim telah mengirimkan surat peringatan dini kepada seluruh bupati dan wali kota se-Kalimantan Timur agar meningkatkan kesiapsiagaan di daerah masing-masing.
Sekretaris BPBD Kaltim, Yasir, mengatakan bahwa pengalaman bencana sepanjang 2025 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah. Menurutnya, pola cuaca ekstrem yang terjadi tidak bisa lagi ditangani secara reaktif, melainkan membutuhkan kesiapsiagaan jangka panjang.
“Perubahan cuaca saat ini sangat sulit diprediksi. Hujan deras bisa terjadi dalam waktu singkat, lalu disusul panas terik. Kondisi ini menuntut kesiapan penuh sepanjang tahun,” kata Yasir, Jumat (6/2/2026).
Ia menambahkan, penetapan status siaga bencana bertujuan memastikan seluruh perangkat daerah memiliki kesamaan persepsi dan langkah dalam menghadapi potensi kedaruratan. Penguatan koordinasi lintas wilayah menjadi salah satu fokus utama BPBD Kaltim.
Di internal lembaga, BPBD juga melakukan peningkatan kapasitas personel serta memastikan kesiapan peralatan evakuasi. Seluruh sarana penanggulangan bencana dipastikan dalam kondisi optimal agar dapat digunakan sewaktu-waktu saat terjadi kejadian darurat.
Selain kesiapan aparat, Yasir menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya mitigasi. Kesadaran menjaga lingkungan dinilai sebagai faktor krusial untuk menekan dampak bencana, terutama banjir akibat tersumbatnya aliran air.
“Upaya penanggulangan bencana tidak akan efektif tanpa partisipasi masyarakat. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
BPBD Kaltim juga mengimbau masyarakat untuk aktif memantau informasi cuaca dari sumber resmi serta segera melaporkan kejadian darurat kepada instansi terkait. Edukasi kebencanaan di tingkat keluarga turut ditekankan sebagai langkah awal penyelamatan diri.
“Setiap rumah tangga harus memahami apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi. Pengetahuan dasar evakuasi adalah perlindungan pertama bagi masyarakat,” tutup Yasir.(*rbn)
- Penulis: Fendialvaro



Saat ini belum ada komentar