Kemenag Paser Siapkan Rukyatul Hilal Sambut Ramadan 1447 H
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- print Cetak

Foto: Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Paser H. Maslekhan (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER-Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Paser mulai melakukan persiapan penentuan awal puasa. Proses tersebut akan dilakukan melalui dua metode yang selama ini digunakan secara nasional, yakni hisab dan rukyatul hilal.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Paser, H. Maslekhan, menjelaskan bahwa saat ini umat Islam telah memasuki bulan Sya’ban 1447 H. Berdasarkan perhitungan kalender hijriah, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Februari 2026. Kendati demikian, kepastian tanggal 1 Ramadan masih menunggu hasil penetapan resmi.
“Penentuan awal Ramadan tidak bisa hanya berdasarkan perkiraan kalender. Ada tahapan yang harus dilalui, dimulai dengan metode hisab,” ujar Maslekhan, Rabu (21/1).
Ia menerangkan, hisab merupakan metode perhitungan astronomis yang digunakan untuk menentukan awal bulan qamariyah. Dari hasil hisab akan diketahui apakah bulan Sya’ban berumur 29 atau 30 hari. Jika seluruh perhitungan menunjukkan Sya’ban genap 30 hari, maka potensi perbedaan penetapan awal Ramadan relatif kecil. Namun, jika terdapat hasil hisab yang menunjukkan 29 hari, maka perbedaan penetapan bisa saja terjadi.
Untuk memastikan hasil tersebut, Kemenag Paser akan melanjutkannya dengan pelaksanaan rukyatul hilal, yakni pengamatan langsung terhadap kemunculan bulan sabit pertama setelah terjadinya ijtimak atau konjungsi.
“Rukyatul hilal dilakukan sebagai penguat dari hasil hisab. Dengan pengamatan langsung, diharapkan kepastian awal Ramadan bisa lebih meyakinkan,” katanya.
Maslekhan menambahkan, pelaksanaan rukyatul hilal di Kabupaten Paser direncanakan berlangsung di Stadion Tanah Grogot. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki pandangan terbuka ke arah barat, sehingga dinilai ideal untuk pengamatan hilal saat matahari terbenam.
“Selama ini kami menggunakan area Stadion Tanah Grogot karena posisinya strategis dan langsung menghadap ke arah terbenamnya matahari,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa faktor cuaca kerap menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan rukyatul hilal di wilayah Paser. Kondisi langit yang sering berawan atau hujan dapat menghambat proses pengamatan.
“Cuaca yang tidak menentu sering menyulitkan petugas untuk melihat hilal secara langsung. Ini menjadi kendala yang hampir setiap tahun kami hadapi,” tutup Maslekhan.
Hasil hisab dan rukyatul hilal nantinya akan dilaporkan sesuai prosedur untuk menjadi bagian dari penetapan awal Ramadan secara resmi.(fen)
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar