Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » PPU » Pemkab PPU Musnahkan 21 Ribu Arsip Lama, Dorong Administrasi Lebih Efisien

Pemkab PPU Musnahkan 21 Ribu Arsip Lama, Dorong Administrasi Lebih Efisien

  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PPU, kaltimupdatenews.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah tegas menertibkan dokumen pemerintahan dengan memusnahkan lebih dari 21 ribu arsip lama. Arsip yang dimusnahkan berasal dari periode 2005 hingga 2014 dan dinyatakan tidak lagi memiliki nilai administrasi maupun hukum.

Asisten III Administrasi Umum PPU, Ainie, mengatakan, langkah ini bagian dari penataan arsip yang telah digulirkan sejak 2024, bekerja sama dengan Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Timur.

“Setelah melalui penilaian resmi, arsip-arsip ini dinyatakan tidak memiliki nilai guna lanjutan, sehingga layak dimusnahkan,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Proses pemusnahan melibatkan sembilan bagian di lingkungan Sekretariat Daerah dan sudah berjalan sejak Desember 2025. Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah, Alam Prawira Negara, menekankan pentingnya penataan arsip agar dokumen tidak menumpuk dan menghambat kelancaran administrasi.

“Penataan arsip harus berkelanjutan. Kalau menumpuk, administrasi jadi lambat dan tidak efisien,” katanya.

Namun, digitalisasi arsip pemerintah daerah PPU masih jauh dari harapan. Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Arsip PPU, Sulaiman, menyebut pengelolaan arsip sebagian besar masih konvensional.

“Digitalisasi arsip baru di bawah 10 persen, padahal sistem pemerintahan berbasis elektronik sudah berjalan sejak 2018,” jelasnya. Berdasarkan evaluasi 2024, PPU menempati posisi ke-9 dari 10 kabupaten/kota di Kaltim dalam penerapan digitalisasi pemerintahan.

Sulaiman menambahkan, arsip yang sudah habis masa simpannya wajib dimusnahkan, sedangkan arsip bernilai permanen harus diserahkan ke Lembaga Kearsipan Daerah. “Arsip adalah bukti pertanggungjawaban pemerintah. Tanpa arsip yang rapi, akuntabilitas sulit dijaga,” ujarnya.

Langkah pemusnahan arsip ini sekaligus menjadi dorongan bagi Pemkab PPU untuk mempercepat digitalisasi dan mewujudkan administrasi yang lebih modern, efisien, dan transparan.(*rbn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rutan Tanah Grogot Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari Kementerian Imipas RI

    Rutan Tanah Grogot Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari Kementerian Imipas RI

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.con-Komitmen peningkatan kualitas layanan publik yang dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanah Grogot kembali membuahkan hasil. Satuan kerja pemasyarakatan tersebut berhasil meraih Piagam Penghargaan Pelayanan Publik dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Penghargaan diserahkan dalam kegiatan Pemberian Apresiasi dan Penyerahan Piagam Penghargaan Pelayanan Publik Ombudsman Republik Indonesia yang digelar oleh […]

  • Tragedi Subuh di Tanah Grogot, Dua Nyawa Melayang dalam Kebakaran Hebat 0.49 s Play Button

    Tragedi Subuh di Tanah Grogot, Dua Nyawa Melayang dalam Kebakaran Hebat

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com- Kebakaran yang melanda permukiman padat di Jalan R.A Kartini, Kelurahan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Selasa (31/3/2026) dini hari, menewaskan dua warga dan menghanguskan satu rumah tinggal serta satu kios ponsel. Korban meninggal dunia masing-masing berinisial R.P (74) dan K.A.M (6). Selain korban jiwa, peristiwa ini juga menimbulkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai […]

  • Turun ke 12 Titik Saat Reses, Yenni Eviliana Perjuangkan Aspirasi Warga yang Tak Terakomodir

    Turun ke 12 Titik Saat Reses, Yenni Eviliana Perjuangkan Aspirasi Warga yang Tak Terakomodir

    • 0Komentar

    KALTIM, kaltimupdatenews.com – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Hj. Yenni Eviliana, SE, melaksanakan kegiatan reses di empat kecamatan yang ada di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dengan total 12 titik pertemuan, belum lama ini. Dalam kunjungan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat disampaikan secara langsung, mulai dari kebutuhan infrastruktur dasar hingga persoalan bantuan sektor pertanian dan […]

  • DPRD Paser Tekankan Penyelesaian Sengketa Batas Desa Secara Regulatif

    DPRD Paser Tekankan Penyelesaian Sengketa Batas Desa Secara Regulatif

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.con-Sengketa tapal batas antara Desa Laburan, Kecamatan Pasir Belengkong, dan Desa Lori, Kecamatan Tanjung Harapan, kembali menjadi sorotan. Hingga kini, persoalan batas administrasi kedua desa tersebut belum memperoleh kepastian hukum dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser. Permasalahan itu dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Paser yang digelar di Gedung DPRD Paser, […]

  • Resmikan Dua Jembatan, Bupati Fahmi: Pelosok Desa Berhak Menikmati Pembangunan

    Resmikan Dua Jembatan, Bupati Fahmi: Pelosok Desa Berhak Menikmati Pembangunan

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Pemerintah Kabupaten Paser kembali memperkuat konektivitas wilayah pedesaan dengan meresmikan Jembatan Gantung Desa Prayon dan Jembatan Rangka Baja Sei Katas di Desa Swan Slutung, Kecamatan Muara Komam. Kehadiran dua jembatan tersebut diharapkan menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok. Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, mengatakan pembangunan infrastruktur di […]

  • Krisis Air Mengintai, Sotek Jadi Wilayah Paling Rentan di Penajam Paser Utara

    Krisis Air Mengintai, Sotek Jadi Wilayah Paling Rentan di Penajam Paser Utara

    • 0Komentar

    PPU, kaltimupdatenews.com-Penurunan debit air baku dalam beberapa pekan terakhir mulai menimbulkan kekhawatiran akan ketersediaan air bersih di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kondisi ini dipicu oleh faktor cuaca yang tidak menentu serta terbatasnya sumber air di sejumlah wilayah. Dampak paling nyata dirasakan di wilayah Sotek yang hingga kini belum memiliki sumber air baku permanen. Ketergantungan […]

expand_less