PT AAMU Ajak Masyarakat Desa Luan Jadi Garda Terdepan Cegah Karhutla
- calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
- print Cetak

Foto: Sosialisasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) di Balai Desa Luan, Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser (Jay/kaltimupdatenews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com- Mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dimulai dari kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Pesan inilah yang mengemuka dalam kegiatan sosialisasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) di Balai Desa Luan, Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser, Rabu (14/10/2026)
General PT AAMU, David Edison Saragih, menekankan pentingnya membangun kepedulian bersama agar masyarakat tidak menjadikan pembakaran sebagai cara membuka atau membersihkan lahan. Menurutnya, langkah pencegahan akan lebih efektif apabila masyarakat memahami risiko kebakaran sekaligus mengambil peran aktif dalam menjaga wilayahnya.
“Pencegahan karhutla bukan hanya tentang memadamkan api ketika kebakaran terjadi, tetapi bagaimana kita bersama-sama memastikan api tidak muncul sejak awal. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk melindungi lingkungan, kesehatan, dan kehidupan bersama,” kata David Edison.
Kegiatan di Desa Luan yang merupakan ring satu PT AAMU pada pukul 09.00 hingga 12.00 WITA itu, diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Peserta terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kelompok tani, serta pemilik lahan yang memiliki peran strategis dalam mendukung pencegahan karhutla di lingkungan masing-masing.
Dalam sosialisasi tersebut, Kapolsek Muara Samu, IPTU Mar Eka Avriani, bertindak sebagai narasumber dengan menyampaikan materi mengenai kebijakan dan aspek hukum terkait kebakaran hutan dan lahan. Pemahaman mengenai ketentuan hukum dinilai penting agar masyarakat mengetahui konsekuensi yang dapat timbul dari tindakan pembakaran lahan yang melanggar peraturan.

Selain aspek hukum, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai dampak karhutla terhadap kesehatan, perekonomian, dan kehidupan sosial masyarakat. Materi sosialisasi mencakup alternatif pembukaan lahan tanpa membakar, langkah mitigasi, serta tata cara pelaporan apabila ditemukan titik panas (hotspot) maupun indikasi kebakaran.
David Edison Saragih juga menekankan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar menanggapi kebakaran menjadi melakukan pencegahan sejak dini.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya memahami bahaya karhutla, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jangan menunggu api membesar untuk bertindak. Jika menemukan tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani secepat mungkin,” harapnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat juga didorong untuk membangun kelompok yang peduli terhadap pencegahan karhutla dan tanggap terhadap potensi kebakaran. Kelompok tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kewaspadaan lingkungan, mendukung deteksi dini, serta mempercepat penyampaian informasi kepada pihak terkait.
“Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam pengendalian karhutla, mengingat dampak kebakaran tidak hanya dirasakan oleh lingkungan sekitar, tetapi juga dapat meluas dan mengganggu aktivitas sosial serta perekonomian masyarakat,” Pungkasnya.
PT AAMU berharap edukasi yang diberikan melalui sosialisasi ini dapat memperkuat sinergi antara perusahaan, aparat, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya di wilayah Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser.(Jay)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar