Paser Cup Race Round 2 Bergulir, Rider Lokal Paser Makin Minim Peserta Expert Justru Meningkat
- calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
- print Cetak

Foto: Sekertaris Ikatan Motor Indonesia (IMI) Paser, Zulkifli Kaharuddin (Jay/kaltimupdatenews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com- Gemuruh mesin balap kembali menggema di Sirkuit Permanen Tana Paser, Kecamatan Tanah Grogot. Paser Cup Race (PCR) 2026 Round 2 dijadwalkan berlangsung pada 15–16 Agustus 2026.
Namun, di balik persiapan ajang balap tersebut, terdapat catatan yang cukup memprihatinkan. Jumlah pembalap lokal Paser yang ambil bagian pada putaran kedua mengalami penurunan signifikan dibandingkan putaran pertama yang digelar Mei 2026.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Paser Hendra Wahyudi melalui Sekretaris IMI Paser, Zulkifli Kaharuddin, mengatakan peserta lokal yang terdaftar pada PCR Round 2 kali ini belum mencapai 20 pembalap. Diketahui pada putaran sebelumnya jumlah rider lokal Paser mencapai sekitar 60 peserta.
“Kalau melihat kondisi sekarang, peserta lokal memang cukup jauh berkurang. Salah satu yang kami lihat adalah kondisi anggaran dan perekonomian yang sedang lesu, sehingga sejumlah tim memilih tidak ikut pada putaran kedua ini,” kata Zulkifli, Jumat (14/8/2026).
Menurut dia, efisiensi anggaran yang terjadi saat ini turut berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut secara tidak langsung berimbas kepada tim-tim balap lokal yang membutuhkan biaya tidak sedikit untuk mengikuti kejuaraan.
Meski terjadi penurunan jumlah peserta lokal, IMI Paser bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser tetap memastikan PCR 2026 Round 2 berjalan sesuai rencana. Dalam pelaksanaannya, IMI Paser menggandeng ZK Rider Racing Team sebagai pelaksana lapangan yang memiliki lisensi untuk memastikan perlombaan berlangsung sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Zulkifli menyebut persiapan teknis saat ini hampir seluruhnya rampung. Panitia hanya menyelesaikan sejumlah pekerjaan pendukung di sekitar sirkuit, seperti pemasangan umbul-umbul, spanduk, dan baliho.
“Secara persiapan sudah hampir selesai. Tinggal beberapa perlengkapan di sekitar sirkuit yang kami pasang, seperti umbul-umbul, spanduk dan baliho,” ujarnya.
Penurunan jumlah peserta tidak hanya terjadi pada rider lokal. Secara keseluruhan, jumlah peserta PCR juga menunjukkan tren menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Zulkifli mencatat, pada 2023 jumlah peserta PCR pernah mencapai sekitar 700 pembalap. Angka tersebut kemudian turun menjadi sekitar 600 peserta pada akhir 2025. Sementara pada PCR 2026 Round 1 yang berlangsung Mei lalu, jumlah peserta berada di kisaran 400 pembalap.
Untuk Round 2, jumlah peserta sempat berada di bawah 300 pembalap. Namun, hingga Jumat (14/8/2026) pukul 08.40 Wita, jumlah pendaftar kembali meningkat dan telah mencapai sekitar 420 peserta.
“Dari tahun-tahun sebelumnya memang terlihat ada penurunan. Tahun 2023 bisa sekitar 700 peserta, kemudian 2025 sekitar 600. Mei 2026 kemarin 400 lebih. Saat ini sudah mencapai 420 peserta dan kemungkinan masih bertambah dari kelas expert dan novice,” jelasnya.

Menariknya, kelas expert justru menunjukkan peningkatan peminat. Sejumlah tim besar dan pembalap berkualitas dipastikan turun di kelas tersebut. Kondisi itu membuat persaingan di kelas utama diperkirakan berlangsung lebih ketat. Kehadiran rider-rider papan atas juga menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton PCR 2026 Round 2.
“Untuk kelas expert justru cukup bagus. Pesertanya meningkat dan beberapa tim besar ikut turun. Jadi, meskipun kelas supporting mengalami penurunan, kelas utama justru semakin kompetitif,” ungkap Zulkifli.
Sebaliknya, kelas supporting yang selama ini menjadi wadah bagi pembalap lokal untuk berkompetisi mengalami penurunan cukup signifikan.
Bahkan, di sejumlah kelas, jumlah peserta tidak lagi sebanyak putaran sebelumnya. Jika sebelumnya panitia dapat menggelar dua hingga tiga kali penyisihan karena jumlah peserta yang tinggi, kini ada kelas yang bahkan belum memenuhi jumlah peserta untuk satu kali penyisihan.
“Sebelumnya ada kelas yang bisa menjalani dua bahkan tiga kali penyisihan karena jumlah pesertanya banyak. Sekarang untuk satu kali penyisihan saja ada yang belum memenuhi jumlah peserta,” tuturnya.
Selain kesiapan perlombaan, aspek keamanan menjadi perhatian utama panitia PCR 2026 Round 2. Koordinasi dengan sejumlah instansi terkait telah dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama kegiatan berlangsung.

Zulkifli juga mengimbau masyarakat yang datang menyaksikan balapan agar tidak hanya menikmati keseruan perlombaan, tetapi turut memperhatikan keselamatan diri.
Penonton diminta tetap berada di area yang telah ditentukan dan tidak mengambil posisi terlalu dekat dengan sisi tebing maupun titik-titik yang dinilai rawan.
“Kami berharap masyarakat yang datang bisa menikmati balapan dengan tertib. Jangan terlalu mendekati pinggir tebing atau mengambil posisi di tempat yang rawan, karena keselamatan penonton tetap menjadi yang utama,” pungkasnya.(Jay)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar