Tinjau TPST Songka, Bupati Fahmi Pastikan Paser Serius Wujudkan Zero Waste
- calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
- print Cetak

Foto: Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli saat meninjau langsung TPST Songka (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, melakukan kunjungan lapangan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Songka, Selasa (3/3/2026), guna memastikan operasional pengolahan sampah berjalan optimal dan sesuai standar.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser dalam mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus mendukung target Zero Waste (nol sampah) di daerah tersebut.
Dalam peninjauan itu, Bupati Fahmi mengecek langsung alur pemilahan, proses pencacahan, hingga pengolahan akhir sampah. Ia didampingi sejumlah kepala dinas terkait untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur dan mampu menghasilkan produk turunan yang memenuhi standar industri.
“Kami ingin memastikan bahwa infrastruktur yang kita miliki di TPST Songka benar-benar siap. Kerja sama dengan pihak swasta bukan sekadar seremonial, tetapi harus berdampak langsung pada pengurangan volume sampah di TPA,” ujar Fahmi di sela-sela peninjauan.
Salah satu fokus utama dalam kunjungan tersebut adalah evaluasi efektivitas hilirisasi sampah pasca-penandatanganan kerja sama antara Pemkab Paser dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Melalui kerja sama itu, sampah yang telah diproses di TPST Songka diproyeksikan menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF) bagi industri semen.
Menurut Fahmi, optimalisasi produksi RDF sangat bergantung pada akurasi proses pemilahan di tingkat awal. Material yang dikirim ke mitra industri harus memenuhi kualifikasi tertentu agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.
“Ketelitian dalam pemilahan menjadi kunci. Sampah organik dan anorganik harus dipisahkan dengan benar agar kualitas RDF sesuai standar yang dibutuhkan industri,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti sejumlah aspek teknis yang menjadi perhatian, di antaranya memastikan mesin pencacah dan pengering sampah berfungsi maksimal, kesiapan tenaga kerja dalam melakukan pemilahan secara efektif, serta jaminan bahwa proses pengolahan tidak menimbulkan bau yang mengganggu permukiman warga sekitar.
Ia menambahkan, pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu ke hilir tidak hanya berdampak pada pengurangan beban lingkungan, tetapi juga berpotensi menciptakan nilai ekonomis dari limbah rumah tangga.
“Target kita jelas, yaitu pengelolaan sampah yang benar-benar tuntas dari hulu ke hilir. Jika TPST Songka berjalan optimal, Paser bisa menjadi contoh daerah yang berhasil mengubah masalah sampah menjadi solusi energi,” ujarnya.
Pemkab Paser optimistis, dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan kolaborasi bersama sektor swasta, sistem pengolahan sampah berbasis RDF di TPST Songka mampu menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mendukung transisi energi ramah lingkungan di daerah.(Jay)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar