Strategi Zero Risk Polres PPU Jaga Sterilitas Makan Bergizi Gratis
- calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
- print Cetak

Foto Menu MBG SPPG Polres PPU (Sir)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PPU, kaltimupdatenews.com – Di balik keceriaan murid-murid di Penajam Paser Utara saat menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), ada sebuah operasi senyap dengan standar keamanan tinggi yang berlangsung setiap pagi di dapur Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) Polres PPU.
Bukan sekadar masak-memasak biasa, Polres PPU menerapkan protokol Zero Risk atau nol Risiko untuk memastikan 1.189 porsi makanan yang didistribusikan setiap hari bebas dari kontaminasi. Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, menegaskan bahwa kontrol kualitas dilakukan secara mandiri dan total. Tidak ada ruang bagi pihak ketiga dalam proses pengolahan untuk menghindari rantai pengawasan yang terputus.
“Kami memegang kendali penuh dari hulu ke hilir. Pihak luar hanya sebagai penyedia bahan baku, itu pun melalui kurasi yang sangat ketat sebelum menyentuh meja dapur kami,” kata Alek, Minggu (15/2/2026)
Pilar keamanan pangan yang diterapkan SPPG Polres PPU, yakni Sebanyak 47 relawan dapur bukan sekadar juru masak, mereka adalah personel bersertifikat yang memahami anatomi kebersihan pangan.
Uji Rapid Test 4 Parameter: Sebelum piring berangkat ke sekolah, tim Dokkes melakukan uji cepat atau rapid test terhadap empat parameter krusial untuk mendeteksi zat berbahaya atau bakteri.
Sebagian porsi dari setiap menu wajib disimpan sebagai sampel cadangan untuk keperluan investigasi medis jika terjadi keadaan darurat. Berbeda dengan skema katering pada umumnya, SPPG Polres PPU beroperasi layaknya pusat komando gizi. Fasilitas ini dilengkapi dengan ahli gizi internal dan ruang rapat khusus untuk memantau asupan kalori bagi empat jenjang pendidikan TK, SD, SMP, hingga SMA.
“SPPG Polres PPU Menyiapkan 1.189 porsi menu MBG setiap harinya, dan akan menyasar 4 jenjang pendidikan. Yakni TK Bhayangkari, SDN 008, SMP Negeri 21 dan SMA Negeri 8,” tutup Alek.(Sir)
- Penulis: editor



Saat ini belum ada komentar